*Prof Yusri: Isi Keistimewaan Aceh untuk Sejahterakan Rakyat
posaceh.com, Kota Jantho — Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Prof Dr Drs Yusri Yusuf MPd meminta penguatan lembaga adat dilakukan hingga tingkat gampong. Menurutnya, keberadaan lembaga adat tidak cukup hanya secara kelembagaan, tetapi harus aktif menjalankan fungsi adat di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Yusri Yusuf pada pelantikan pengurus MAA Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (5/10/2026).
Pada kesempatan itu, Prof Yusri Yusuf mengatakan, kekhususan dan keistimewaan Aceh merupakan hasil perjuangan panjang. Oleh karena itu, keistimewaan tersebut harus diisi dengan program dan kerja nyata yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Marilah kita isi keistimewaan dan kekhususan Aceh untuk mensejahterakan rakyat Aceh. Kita harus mengakui beratnya perjuangan untuk memperoleh kekhususan dan keistimewaan,” kata Yusri.
Ia meminta pembinaan adat tidak berhenti di tingkat provinsi maupun kabupaten. Penguatan harus menyentuh gampong karena persoalan adat dan kehidupan masyarakat banyak berlangsung di tingkat tersebut.
“Kita harus mendorong pembinaan adat sampai ke pelosok gampong. Mari kita hidupkan kembali lembaga-lembaga adat yang ada,” ujarnya.
Menurut Yusri, lembaga adat di gampong memiliki posisi penting dalam menjaga dan menjalankan adat dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kapasitas dan peran lembaga adat perlu diperkuat agar tidak hanya tercatat dalam struktur pemerintahan, tetapi benar-benar berfungsi.
Ia berharap kepengurusan MAA Aceh Besar yang baru dilantik dapat mengambil peran dalam memperkuat lembaga adat di seluruh gampong di Aceh Besar.
Sementara itu, Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat lembaga-lembaga yang mendapat kekhususan dan keistimewaan Aceh.
Syech Muharram juga mengingatkan pentingnya menjaga adat, budaya dan bahasa Aceh yang semakin tergerus perkembangan zaman.
“Bahasa itu menandakan sebuah bangsa. Mari kita jaga khazanah yang ditinggalkan nenek moyang kita agar tetap ada sampai akhir zaman,” kata Syech Muharram.
Dalam kesempatan tersebut, H Anwar Ahmad SE Ak dilantik sebagai Ketua MAA Aceh Besar periode 2026-2031. Ia didampingi H Mukhtar SH SPd MPd sebagai Wakil Ketua I dan Tgk Muhtasar sebagai Wakil Ketua II.
Anwar Ahmad menegaskan komitmen untuk memperkuat lembaga adat hingga tingkat gampong. “Pengukuhan ini bukan hanya seremonial, tetapi ada amanah yang harus kita emban. Kita harus memperkuat kapasitas dan lembaga-lembaga adat hingga ke gampong-gampong,” ucapnya.
Ia berharap Aceh Besar dapat menjadi daerah yang memimpin upaya penguatan kembali adat dan peradaban Aceh.
“Kita berharap Aceh Besar menjadi pelopor mengembalikan peradaban,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri A Jalil, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Muhsin, para pejabat lingkungan Pemkab Aceh Besar, kepala OPD serta unsur Forkopimda Aceh Besar.(Why)
