Daerah

Bupati Aceh Tenggara Sidak RSUD Sahudin, Pastikan Kesediaan Stok Obat

393
×

Bupati Aceh Tenggara Sidak RSUD Sahudin, Pastikan Kesediaan Stok Obat

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry melihat langsung ruang obat-obatan RSUD H Sahudin Kutacane, Senin (15/9/2025). FOTO/ ILYAS

posaceh.com, Kutacane – Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD H. Sahudin Kutacane, Senin (15/9/2025). Sidak turut diikuti Ketua Komisi D DPRK Marwan Husni, Sekretaris Daerah Yusrizal, Kepala Dinas Kesehatan dan mantan Bupati Armen Desky.

Langkah ini diambil menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit dan beredarnya isu pungutan liar pembuatan surat kesehatan. Di media sosial, beredar kabar bahwa biaya pembuatan surat kesehatan di RSUD Sahudin mencapai Rp 200 ribu.

Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry berbincang dengan salah satu pasien RSUD H Sahudin Kutacane, Senin (15/9/2025).
FOTO/ ILYAS

Salim Fakhry menegaskan informasi itu tidak benar. “Sudah kita klarifikasi. Biaya surat kesehatan sesuai qanun daerah hanya Rp 30 ribu, bukan Rp 200 ribu. Jadi itu hoaks,” katanya.

Meski demikian, Salim mengakui masih terdapat sejumlah persoalan lain yang harus segera diselesaikan. Salah satunya, kekosongan stok beberapa jenis obat akibat rumah sakit belum melunasi pembayaran kepada distributor.

Dalam hal ini Bupati mengumpulkan jajaran manajemen RSUD, dokter, dan petugas administrasi untuk meminta penjelasan sekaligus memberi arahan.

Dalam arahanya, Ia memerintahkan manajemen berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar persoalan pasokan obat segera dituntaskan.
“Kita sudah kumpulkan semua petugas. Harapannya pelayanan bisa ditingkatkan agar masyarakat kembali percaya untuk berobat di RSUD Sahudin,” ujarnya.

Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry didampingi Kadinkes Agara foto bersama para medis usai Sidak RSUD H Sahudin Kutacane, Senin (15/9/2025).
FOTO/ ILYAS

Ketua Komisi D DPRK Agara, Marwan Husni, yang ikut mendampingi sidak, mendukung langkah Bupati. Ia menilai perbaikan pelayanan rumah sakit menjadi prioritas karena RSUD Sahudin merupakan rumah sakit rujukan utama di Aceh Tenggara.

“Pelayanan publik, terutama kesehatan, harus transparan dan akuntabel. DPRK siap mengawasi agar masalah serupa tidak berulang,” kata Marwan.

Sidak ini diakhiri dengan peninjauan ke sejumlah ruangan, termasuk apotek dan instalasi rawat inap. Pemerintah daerah berharap upaya ini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di rumah sakit daerah tersebut.(Ilyas)