News

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali: Program SPT Dirancang Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

1636
×

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali: Program SPT Dirancang Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini
FOTO/ ABI RUSYDI Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, saat membuka kegiatan pengembangan kurikulum SPT SD dan SMP, di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gani Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (10/6/2021).

posaceh.com, Kota Jantho – Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali mengatakan program Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) lahir dari pemerintahan sekarang ini. Program SPT dirancang dengan baik tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Jadi program SPT sekaligus tujuan pendidikan yang bukan hanya memiliki kemampuan teknologi atau pengetahuan tetapi juga memiliki budi pekerti yang baik,” kata Mawardi Ali, saat memberikan sambutan pada kegiatan pengembangan kurikulum SPT SD dan SMP, di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gani Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, program tersebut harus dipadukan dengan pendidikan agama yang ada dalam SPT, pembelajaran yang berintegritas. Karena membangun pendidikan tidak secepat membangun fasilitas fisik, namun butuh waktu 5 sampai 10 tahun baru dapat melihat dampaknya.

“Untuk itu dibutuhkan grand design yang sedemikian rupa, tidak boleh zig-zag, harus lurus dan ada roadmap yang bagus kemana arah kita tuju,” terangnya.

Roadmap ini bukan hanya di Bupati dan Kepala Dinas, namun harus dirumuskan dan tugas bersama stakeholder. “Kami mengapresiasi kepada Disdikbud yang telah mengadakan kegiatan pengembangan kurikulum yang merupakan bagian dari roadmap itu,” tutur Mawardi Ali.

Begitu juga saat ini pemerintah bersama DPRK juga sedang menyusun draft qanun SPT yang sedang diadakan kajian akademis.

“Sehingga nantinya program SPT ini menjadi milik Aceh Besar bukan hanya milik pemerintahan sekarang, “pungkas Mawardi Ali.

Sementara itu Kadisdikbud Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg mengatakan penyusunan kurikulum SPT sudah dilakukan dan mulai diterapkan setelah peluncuran pada 2018.

“Perjalanannya panjang, sebuah pekerjaan harus ada filosofinya, ukuran dan dilakukan secara sistematis, begitu juga dengan kurikulum SPT ini,” kata Silahuddin.

“Kegiatan pengembangan kurikulum ini dilakukan untuk menyempurnakan, apalagi sekarang qanun juga sedang digodok, sehingga setelah selesai nantinya dapat dimasukkan ke dalam qanun sebagai lampiran yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

“Sekarang sudah ada 33 sekolah yang menerapkan program SPT, 23 jenjang SD dan 10 jenjang SMP, insyaAllah akan bertambah secara bertahap dan akan diaplikasikan ke semua sekolah di Aceh Besar,” tutupnya.

Kegiatan pengembangan SPT itu berlangsung selama 4 hari, dari 7 – 10 Juni 2021.Pengembang kurikulum terdiri dari unsur pengawas sekolah, guru tahfidz/diniyah, instruktur nasional/kabupaten.(MarDG/Rusydi)