Daerah

Bulan Rajab, di Pidie Teut Apam Masuk Kurikulum Sekolah

2340
Sekda Pidie Idhami, S.Sos, M.Si, dan Kadisdikbud Pidie, Yusmadi Kasem S,Pd M,Pd memperlihatkan apam yang dibuat para siswa SMPN 2 Pekan Pidie, Kamis (17/2/2022). FOTO/ HARMADI

posaceh.com, Pidie – Bulan Rajab menjadi agenda Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie menggelar acara Teut Apam atau khanduri apam secara massal di semua sekolah di Pidie.Teut Apam sudah menjadi kurikulum sekolah di Pidie.

Dalam acara teut apam massal dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Idhami, teut apam dilakukan secara serentak mulai tingkat Taman Kanak- Kanak (TK), Sekolah Dasar(SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kamis (17/2/2022).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Yusmadi Kasem S,Pd M,Pd, mengatakan, kegiatan teut apam telah dimasukkan dalam kalender Disdikbud Pidie.
“Tet apam itu sudah masuk dalam kurikulum pelajaran Prakarya, lantaran apam salah satu kuliner ciri khas Pidie,” ujarnya.

Sekda Pidie Idhami, S.Sos, M.Si, dan Kadisdikbud Pidie, Yusmadi Kasem S,Pd M,Pd memantau kegiatan teut apam oleh siswa SMPN 2 Pekan Pidie, Kamis (17/2/2022).
FOTO/ HARMADI

Ia menjelaskan, khanduri apam merupakan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan, sekaligus diperkenalkan kepada pelajar supaya mereka terlibat belajar teut apam. “Ini budaya warisan nenek moyang, jadi sudah sepatutnya untuk dilestarikan dan kita perkenalkan pada generasi milenial,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini, pelajar hanya kenal dengan makanan modern sehingga dengan ada aktivitas teut apam, maka pelajar akan lebih cinta pada tradisi teut apam. “Tujuan utamanya, anak-anak muda saat ini cinta tradisi lokal,” terangnya.

Siswa SMPN 2 Pekan Pidie sedang teut apam dilingkungan sekolah mengunakan kayu, Kamis (17/2/2022).
FOTO/ HARMADI

Sementara itu, anggaran yang digunakan oleh pihak sekolah tidak diplotkan khusus oleh Pemerintah, sehingga dewan guru dan komite sekolah akan melakukan patungan dana untuk kegiatan teut apam itu.
“Setiap sekolah melakukan patungan untuk kegiatan ini, karena Disdikbud tidak memplot kan anggaran teut apam secara khusus,” jelasnya.

Kepala SMP 2 Sigli Rusli mengatakan, program teut apam sudah berlangsung sejak dua tahun lalu, pertama kali oleh Bupati Pidie, Roni Ahmad sehingga dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal.

“Untuk program teut apam Bulan Rajab sebagai pengenalan budaya leluhur kepada siswa, agar siswa mampu dalam mempertahankan budaya sendiri, sejak dua tahun lalu telah berjalan, sehingga hal ini dimasukan kedalam kurikulum sekolah” kata Rusli.(Harmadi)

 

 

Exit mobile version