Pendidikan

Buka Al Farabi Inspiration Day 2026, Farhan AP Tegaskan Penggunaan Bahasa Aceh di Sekolah

21
×

Buka Al Farabi Inspiration Day 2026, Farhan AP Tegaskan Penggunaan Bahasa Aceh di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Asisten I Sekdakab Aceh Besar, Farhwn AP menyampaikan sambutan pada acara Al Farabi Award Tahun 2026 di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/06/2026). FOTO/ BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh — Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Besar Bidang Tata Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat, Farhan AP, mendorong penguatan penggunaan Bahasa Aceh di lingkungan pendidikan sebagai upaya menjaga identitas lokal yang kian tergerus. Hal tersebut disampaikan Farhan AP mewakili Bupati Aceh Besar saat membuka Al Farabi Inspiration Day 2026, di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Farhan mengapresiasi SMP IT Al Farabi Bilingual School yang memilih Aceh Besar sebagai lokasi pengembangan pendidikan.
“Kehadiran sekolah ini menambah pilihan sekolah unggulan di Aceh Besar. Kita berharap tidak semua terpusat di Banda Aceh, karena Aceh Besar memiliki wilayah yang luas untuk pengembangan pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai menjamurnya sekolah unggulan, baik boarding maupun non-boarding, menjadi pemicu persaingan positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Namun, Farhan mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguasaan bahasa asing dan pelestarian bahasa daerah.
“Tadi disebutkan ada Bahasa Inggris, Arab, dan Turki. Lalu, di mana Bahasa Aceh?” katanya.

Menurut Farhan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mengeluarkan surat edaran sejak 2021 yang mewajibkan penggunaan Bahasa Aceh setiap hari Kamis, yang kemudian diperkuat oleh kebijakan serupa dari Pemerintah Aceh pada 2025.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret menyelamatkan Bahasa Aceh yang kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

Direktur Pendidikan Yayasan SMP IT Al Farabi Bilingual School, Syakir Daulay menyampaikan sambutan pada acara Al Farabi Award Tahun 2026 di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/06/2026). FOTO/ BEDU SAINI

“Berdasarkan riset UNESCO, Bahasa Aceh termasuk bahasa yang terancam punah dan diperkirakan hanya bertahan 20 hingga 25 tahun ke depan jika tidak dilestarikan,” ungkapnya.
Farhan juga menyoroti fenomena berkurangnya penggunaan Bahasa Aceh di lingkungan keluarga.

“Kita masih bisa berbahasa Aceh, anak kita hanya mengerti tapi tidak bisa berbicara. Jika ini terus terjadi, generasi berikutnya bisa jadi tidak lagi memahami Bahasa Aceh,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap SMP IT Al Farabi dapat menjadi contoh dalam mengimplementasikan kewajiban penggunaan Bahasa Aceh, khususnya setiap hari Kamis, meski tetap mengedepankan bahasa asing sebagai kompetensi global.

“Kita tidak anti bahasa asing, tapi jangan sampai bahasa daerah ditinggalkan. Hari Kamis harus benar-benar dihidupkan dengan Bahasa Aceh,” tegasnya.

Selain itu, Farhan juga berharap sekolah tersebut dapat menjadi model pengembangan pendidikan di Aceh Besar serta berkontribusi dalam memberikan masukan terhadap kebijakan pendidikan daerah.
Ia turut berpesan kepada para siswa agar terus melanjutkan pendidikan dan berani merantau untuk membangun kemandirian.

“Ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru. Terus belajar dan bersaing untuk masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Komite Kemanusiaan Indonesia Aceh (KKIA), Dr. Jalaluddin, S.T., M.A, menyampaikan bahwa SMP IT Al Farabi yang baru berusia dua tahun telah menunjukkan perkembangan signifikan meski berangkat dari keterbatasan.

Para siswa menghadiri acara Al Farabi Award Tahun 2026 di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Kamis (18/06/2026). FOTO/ BEDU SAINI

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan sarana sekolah, termasuk pembebasan lahan untuk pembangunan fasilitas yang lebih representatif.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi melalui wakaf sebagai bagian dari amal jariyah dalam memajukan pendidikan,” ujarnya.

Direktur Pendidikan Yayasan, Syakir Daulay, menambahkan bahwa SMP IT Al Farabi telah meraih sejumlah prestasi, di antaranya Juara 2 Duta Sadar Hukum Aceh Besar serta mewakili daerah pada Olimpiade PAI tingkat provinsi.

Ia menegaskan bahwa fokus utama sekolah adalah menjaga mutu pendidikan dengan memadukan kompetensi global dan nilai-nilai keislaman.

Kepala SMP IT Al Farabi, Siti Kembang Ati, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa wisuda siswa kelas IX menjadi awal perjalanan baru bagi para siswa.

“Hari ini bukan akhir, tetapi langkah awal menuju cita-cita yang lebih besar,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, perwakilan BSI, Danramil 11/Darul Imarah Kodim 0101/KBA Kapten Arh Hamka Siregar, serta tamu undangan lainnya.(Rinaldi)