posaceh.com, Blangkejeren – Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Jambi adakan kegiatan Komoditas Kopi bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues serta Kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Alternative Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba.
Kegiatan Komoditas Kopi, Pemberdayaan Alternative Kawasan dan Rentan Narkoba tersebut juga dihadiri Kepala Badan Narkotik Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues Fauzul Iman ST MSi yang dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian setempat Kamis (10/2/2022).
Dalam sambutanya, Kepala Badan Penyuluh Pertanian diwakili oleh Sub Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan Hidayat Nasution SE MM menyampaikan, Pelatihan Pertanian bertujuan untuk merekrut Petani Milenial sebagai regenerasi petani agar usaha tani bisa bersaing dan meningkat lebih baik. Kegiatan ini merupakan rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dalam menekan Kultivitas ganja dan Penyalahgunaan serta Peredaran gelap Narkoba.

FOTO/ KAMAL GAYO
” Kegiatan ini kata Hidayat, merupakan rencana aksi Nasional P4GN dalam menekan Kultivasi ganja dan Penyalahgunaan serta Peredaran gelap narkoba,” tutur Hidayat Nasution.
Kepala Pertanian Gayo Lues Said Bahtiar mengatakan, Ilmu pengetahuan yang didapatkan dalam pelatihan pemberdayaan Alternatif tersebut haruslah diteruskan ke pada masyarakat Gayo Lues, ” Khusus kepada Komoditas kopi agar ilmu yang diperoleh agar bisa di manfaatkan guna mendukung Program GDAD BNNK di Kabupaten Gayo Lues ini,” ujar Said Bahtiar.
Sementara Kepala Badan Narkotik Nasional Kabupaten Gayo Lues Fauzul Iman ST MM yang dipercaya sebagai Narasumber mengatakan, Kondisi penyalahgunaan Narkotika dan Kultivasi ganja di wilayah Gayo Lues serta perkembangan Program GDAD yang sudah dilaksanakan di Galus dengan Sinergitas bersama Pemda melalui Dinas Pertanian dan didukung Stekholder yang lain dalam menekan Kultivasi ganja dan Penyalahgunaan narkoba. ” Tahun 2021 lalu, Program GDAD sudah membagikan Bibit jagung 5000 Hektar dan 30 Hektar didesa Pepelah Kecamatan Pining, tentunya hal ini harus diawasi oleh Penyuluh Pertanian, selain itu ada juga tanaman Alternatif lain seperti kopi dan jahe merah.”

” Dan sangat diperlukan upaya lain untuk meningkatkan produksi tanaman Alternatif, penyuluh pertanian harus terlibat dalam upaya memberikan penyuluhan pertanian untuk meningkatkan produksi tanaman Alternatif tersebut,” Pungkas Fauzul Iman optimis.
Acara dilanjutkan dengan Paparan Narasumber Kepala BNNK Galus Fauzul Iman ST MSI, dengan judul materi Pengendalian dan Penyalahgunaan Narkoba di Galus yang diikuti sebanyak 30 orang peserta dan dilanjutkan dengan kegiatan Dinamika kelompok dan Budidaya tanaman kopi yang di pasilitasi oleh Pelaksana Pelatihan Pemberdayaan Alternatif dari Balai Pelatihan Pertanian Jambi.(KG)











