Pembukaan rapat teknis dan sosialisasi program pelestarian nilai budaya di Aceh dan Sumatera Utara di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (4/3/2021) malam. Foto : Sudirman Mansyur.
posaceh.com Banda Aceh – Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh (BPNB) Aceh berusaha mengoptimalkan konsolidasi dan pelibatan pemerintah kabupaten/kota, serta pegiat budaya supaya bekerjasama dan bersinergi dalam pemajuan kebudayaan dalam masa pandemi corona virus desease 2019 (Covid-19) ini.
Demikian antara lain disampaikan Kepala BPNB Aceh, Irini Dewi Wanti, S.S, M.SP pada pembukaan rapat teknis dan sosialisasi program pelestarian nilai budaya di Aceh dan Sumatera Utara di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (4/3/2021) malam.
Irini berharap dari kegiatan tersebut lahir program-program baru dan strategis dalam pemajuan kebudayaan di daerah. Dapat meningkatkan integritas dan kualitas kerjasama pemajuan kebudayaan.
Hasil yang diharapkan, sebutnya, terwujudnya keselarasan dan sinergi dalam pemajuan kebudayaan dengan semua UPT pusat di daerah, dinas, instansi terkait dan tersusunnya program kerja tahunan, sesuai dengan tugas, fungsi, program dan anggaran dari semua satuan kerja.
BPNB merupakan unit pelaksana teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang wilayah kerjanya meliputi Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Irini menyebutkan, rapat tehnis dan sosialisasi yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini, akan berlangsung 4 – 6 Maret.
Kegiatan tersebut diikuti 95 peserta yang merupakan mitra kerja BPNB Aceh dalam bidang kebudayaan berasal dari Dinas Kebudayaan Provinsi Aceh, kabupaten/kota, serta pegiat budaya di Aceh dan Sumatera Utara.
Katanya, kegiatan yang mengikuti protokol kesehatan cegah Covid-19 yang ketat ini, menggunakan sistim kelas untuk mengatur jumlah penumpukkan orang dalam satu ruangan.
Kembangkan Kebudayaan Daerah
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE, Ak dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Saminan Ismail, menyebutkan, Kebudayaan adalah harta yang tidak
tergantikan. Kebudayaan tidak dapat diciptakan dengan mudah, apalagi dengan waktu yang singkat.
Menyadari kebudayaan sebagai indentitas sebuah bangsa, maka Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen dan peduli terhadap perlindungan kebudayaan.
Aminullah menyatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh bertekad mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah, terlebih dalam menghadapi globalisasi.
“Berbagai warisan budaya, kami beri ruang dan terus mempromosikan untuk meredam kepunahannya dan pengaruh negatif budaya asing yang berpotensi mengikis budaya daerah,” ujarnya.
Katanya, kegiatan rapat teknis dan sosialisasi ini memiliki arti penting dan bermakna strategis dalam upaya pemajuan kebudayaan. (Sudirman Mansyur).











