posaceh.com, Takengon. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Aceh Tengah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah tanda alam yang dapat menjadi indikasi awal terjadinya tanah longsor, terutama saat curah hujan meningkat.
Sekretaris BPBD Aceh Tengah, Hamzah, ST, Rabu (16/9/2026) mengatakan tanda-tanda tersebut dapat muncul meskipun hujan belum turun dengan intensitas tinggi.
Menurut Hamzah, masyarakat perlu memperhatikan apabila mulai terlihat kerikil atau material tanah yang berjatuhan dari perbukitan serta adanya pergerakan tanah.
Selain itu, perubahan kondisi air juga perlu diwaspadai. Air yang sebelumnya jernih kemudian berubah menjadi keruh atau semakin pekat dapat menjadi salah satu tanda yang perlu mendapat perhatian.
“Nah tanda-tanda alam yang biasa kita alami di penanganan wilayah longsor itu itu memiliki ada tanda-tanda intensitas walaupun belum hujan lebat atau hujan ringan itu adanya kerikil-kerikil yang turun dari perbukitan atau tanah-tanah yang mulai bergerak. Nah itu perlu kita hindari,” ujarnya.
Hamzah mengimbau masyarakat yang menemukan tanda-tanda tersebut untuk segera menjauh dari lereng perbukitan maupun kawasan yang dinilai rawan longsor.
Masyarakat juga diminta tidak mendekati atau melintasi tanah yang mulai bergerak untuk menghindari risiko longsor maupun longsor susulan.
BPBD Aceh Tengah mengingatkan kewaspadaan tersebut penting dilakukan karena kondisi di wilayah rawan longsor juga berpotensi menimbulkan bencana lain, termasuk banjir bandang.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perkembangan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda yang berpotensi membahayakan.(Muh/*)











