EkbisNasional

Bocoran Rencana Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite

24
×

Bocoran Rencana Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pertalite.FOTO/Hasan Al Habshy

posaceh.com, Jakarta – Pemerintah sedang menyiapkan strategi pengendalian subsidi dan efisiensi energi. Salah satunya pembatasan pembelian BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Solar, berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin.

Hal ini disampaikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha. Menurut Satya pembatasan itu sebagai upaya menyalurkan BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Pembatasan ini akan diatur melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

“BBM, Pertalite, Solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN, dengan Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi, walaupun itu masih commodity subsidy. Tapi paling tidak jenis segalanya kita batasi,” ujar Satya dalam acara Sarasehan Energi hasil kolaborasi Dewan Energi Nasional (DEN) dan FTI ITB via daring, Selasa (12/5/2026).

Jika pembatasan pembelian BBM berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin kendaraan maka akan ada potensi penghematan konsumsi BBM subsidi sebesar 10-15%.

“Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume,” terang Satya

Selain BBM subsidi, Satya bilang, pemerintah juga menyiapkan transformasi subsidi LPG 3 kilogram menjadi berbasis penerima manfaat atau orang, bukan lagi komoditas.

“Kalau LPG 3 kg itu transformasi ke subsidi yang berbasis orang, dengan data tadi P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) itu juga ada satu penghematan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong percepatan elektrifikasi transportasi, penguatan transportasi publik, audit energi untuk industri besar, hingga digitalisasi PLN dan pengembangan smart grid. Hal ini dilakukan guna efisiensi energi dari sisi konsumsi.

“Jadi demand side-nya kita garap, supply side-nya kita memaksimalkan DMO batubara dan gas untuk PLN dengan harga domestik, pemanfaatan B50 insyaallah nanti sawit kita sedikit produktivitasnya dinaikkan, dia bisa ngisi di dalam tapi juga menjaga dominasi ekspor kita Pak, karena sawit itu menjadi komunitas yang unggulan kita,” terang Satya.(Muh/*)