Parlementaria

Berikan Rasa Aman, Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Lakukan Pengamanan di Zona Selamat Sekolah

2424
×

Berikan Rasa Aman, Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Lakukan Pengamanan di Zona Selamat Sekolah

Sebarkan artikel ini
Petugas Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh saat pengamanan penyeberangan para pelajar di Kawasan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di depan MTsN Model Banda Aceh, Jalan Pocut Baren, Banda Aceh, Rabu (18/5/2022) FOTO/ DOK DISHUB KOTA BANDA ACEH

 

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendukung terciptanya layanan publik yang ramah. Termasuk upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, hingga mendukung keamanan dan keselamatan bagi siswa saat menuju ataupun pulang sekolah.

Layanan publik tersebut dilakukan Pemko Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dengan pengamanan di sekolah-sekolah yang merupakan Kawasan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) seperti yang dilakukan di depan Madarah Ibtidaiah Negeri (MIN) 6 atau MIN Model, MTsN Model dan MAN Model Banda Aceh di Jalan Syiah Kuala dan Jalan Pocut Baren, Banda Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Wahyudi SSTP melalui Sekretaris Dishub Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir SSiT MSi menjelaskan bahwa maksud dan tujuan melakukan pengamanan tersebut adalah untuk memberikan jaminan keamanan, kelancaran dan ketertiban lalu lintas bagi pengguna jalan.
“Langka itu dilakukan untuk lebih memudahkan para pelajar, karyawan sekolah, guru- guru dan orang tua siswa yang mengantar anak anaknya ke sekolah,” kata Muhammad Zubir, kepada media ini, di Banda Aceh, Rabu (18/5/2022).

Foto: Sekretaris Dishub Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir SSiT MSi

Selain mengatur lalu lintas, terang Zubir para petugas Dishub Kota Banda Aceh yang ditugaskan dilapangan juga membantu para siswa yang ingin menyeberang jalan atau sebaliknya dalam upaya menghindari resiko kecelakaan.

“Yang kami harapkan hanya keselamatan para pengguna jalan, terutama anak – anak kita yang sekolahnya terletak di jalan raya dengan arus lalu lintas yang padat pada jam – jam sekolah yakni pada pagi hari dan siang hari,” kata Sekdis Perhubungan Kota itu,

Dikatakannya, kegiatan pengamanan pada ZoSS yang sempat tidak dilakukan lagi saat pandemi Covid-19 sedang memuncak, namun telah ini diaktifkan kembali sejak pertengahan awal tahun 2021 lalu. Dimana, personil yang diturukan oleh Dinas Pehubungan Kota Banda Aceh untuk mengamankan dan mengatur lalu lintas di ZoSS khususnya di depan MIN, MTsN dan MAN Model Banda Aceh sekitar 16 orang dengan dua sift yakni pagi dan siang.

“Titik – titik ZoSS ini sebenarnya belum mengakomodasi secara seluruhnya, hal ini diakibatkan kurangnya personil yang bisa diberdayakan, tapi tidak mengurangi semangat kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga kota dalam hal keselamatan di jalan raya,” ujarnya.

Lebih lanjut Zubir menjelaskan, ZoSS yang sudah lengkap dibuat di Kota Banda Aceh berada di depan MIN 6 Kota Banda Aceh, selain sekolah madrasah dikawasan tersebut merupakan madrasah agama favorit di Kota Banda Aceh sehingga jumlah siswa-siswa madrasah itu totalnya ketiga madrasah tersebut mencapai 3000an orang.

Karenanya, dikawasan tersebut dilakukan monitoring dan pengawasan dengan menerjunkan anggota setiap harinya mulai dari Senin hingga Jumat dan Sabtu. Dimana pada sabtu, Sekolah MIN libur, yang masuk sekolah dari diantara 3 sekolah itu hanya MTsN, sedangkan MAN kegiatan ekstrakurikuler.

“Prioritas yang kita lakukan monitoring dan pengawasan untuk tingkat anak MIN, sedikitnya sekitar 1000 siswa-siswi yang sekolah disana. Memang disana merupakan kumpulan tiga madrasah yaitu MIN, MTsN dan MAN,” sebutnya.

Pengawasan yang dilakukan, kata Sekdis Perhubungan Kota Banda Aceh, diantaranya dengan menempatkan personil dari hari Senin hingga Jumat dan Sabtu, dimana personil itu ditempatkan pada pagi hari dan siang hari di jam masuk sekolah dan pulang sekolah.

“Jam masuk sekolah mereka pukul 07.45 WIB. Petugas Dishub mulai jaga dikawasan itu mulai dari pukul 07.00 WIB pagi, mulai puncak rame sekitar pukul 07.20 WIB, dimana jalan di depan madrasah tersebut padat dengan antar anak sekolah dan juga ramenya warga melintasi jalan tersebut untuk melakukan aktivitas harian mereka,” ungkap Zubir lagi.

Ia mengatakan, dalam hal mencegah terjadi kemacetan lalu lintas didepan MIN Model tersebut, memang pihak sekolah sudah melakukan pengaturan jam masuk dan jam pulang sekolah.

Dimana untuk anak-anak kelas 1 sampai kelas 6 dimana jam masuknya sama, tapi jam pulangnya yang berbeda-beda. Kelas 1 sampai 3 itu pulang sekolah pada pukul 11.00 WIB, Jadi pihaknya menempatkan petugas dikawasan tersebut mulai pukul 11.00 WIB. kemudian untuk Kelas 4 sampai dengan kelas 6 pulang sekolahnya pukul 13.30 WIB. “Pada ijam tersebut Dishub juga menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas dikawasan tersebut,” kata Zubir.

Lebih jauh disampaikan, Muhammad Zubir, di jalan Syiah Kuala tepatnya di depan MIN 6 Banda Aceh tersebut merupakan berkumpulnya orang tua yang mengantarkan anak-anaknya yang sekolah madrasah itu menggunakan kendaraan pribadi, pada saat jam-jam tertentu kemacetanpun tak dapat terelakkan, namun demikian terjadi kemacetan tapi tidak stagnan karena masih bisa bergerak.

Untuk mencegah terjadinya kemacetan dan kepadatan kendaraan lalu lintas pada jam sibuk tersebut, Dishub telah telah melakukan pembekalan terhadap petugas yang bertugas di lapangan, di mana petugas yang ditempatkan di sana nanti harus ada prioritas rekayasa lalu lintas yang dilakukan, karena untuk pengaturan lalu lintas jangan terpusat hanya di depan pagar MIN saja, tapi harus melihat sumber kemacetan yaitu 50 meter ke belakang dan 50 meter ke depan.

“Memang pada umumnya, terjadi kepadatan kendaraan itu berada di depan pagar sekolah, karena orang tua menjemput anaknya memang di depan pagar. Kendaraan mereka yang parkir menjadi permasalahan yang menjadi kemacetan,” ungkap Zubir lagi.

Akibat dari ada kendaraan orang tua siswa yang parkir dibadan jalan tepatnya di depan pagar sekolah atau berada di ZoSS, karena ruas jalan tersebut memang terbatas, maka ketika ada kendaraan yang parkir sebelah kiri dan kanan jalan, maka terjadi kemacetan.

“Kita berusaha untuk mengatur lalu lintas sehingga jangan sampi terjadi kemacetan. Memang tidak jauh dari Madrasah MIN itu terdapat traffic light yang juga menjadi salah satu hambatan juga, tapi dengan ditempatkannya petugas disana, kemacetan dapat diurai dan terhindarkan,” terang mantan Kabid Darat Dishub Kota Banda Aceh itu.

Ia mengakui memang diwaktu-waktu tertentu, di daerah ZoSS tidak terjadi kemacetan, tapi karena didepan ada lampu merah, volume kendaraan yang padat sehingga ujung kendaraan sampai kedepan pagar MIN.

“Lebar jalan yang terbatas kadang-kadang di jam-jam tertentu volume kendaraan padat, ujung kendaraan itu sudah ke ujung pintu MTsN dari sebelah jalan Pocut Baren, begitu juga di Jalan Syiah Kuala, ujung kendaraan sudah sampai kedepan MIN, tapi itu di waktu tertentu saja, tapi itu masih normal,” tuturnya.

Zubir menyampaikan, peningkatan arus kendaraan kadang-kadang kerap terjadi terutama pada saat hujan, dimana pada umumnya masyarakat atau orang tua yang mengantarkan anak-anaknya pada jam padat sehingga penumpukan kendaranpun tidak dapa dielakkan, karena ada kegiatan ekstra yang dilakukan oleh orang tua saat mengantar anaknya, seperti memakai pakai payung dan mengantarkan anaknya masuk ke dalam sekolah, itu berarti ada beberapa menit waktu yang terbuang dan kendaraan menjadi macet.

Tapi kata zubir, dihari-hari normal dan tidak ada hujan, situasi lalu lintas dijalan tersebut tidak terjadi kemacetan, orang tua yang mengantarkan anaknya sekolah juga tidak perlu memarkirkan kendaraannya, karena mereka cukup menurunkan anaknya di pinggir jalan di area ZoSS, kemudian putugas yang akan membantu menyeberangkan anak-anak tersebut.

“Selama ini kita buat rekayasa, pada hari normal dan tidak ada hujan, tidak ada kemacetan kendaraan, orang tua yang mengantarkan anaknya hanya menurunkan anaknya di pinggir jalan kemudian petugas kita bantu menyeberangkan anak-anak mereka, orang tua tidak perlu parkir kendaraan kemudian anaknya petugas kitalah yang mengantarkannya ke menyeberangkannya ke sekolah,” terang Zubir lagi.

Dengan dibantu oleh petugas, jelas Sekdis Perhubungan Kota lagi pada saat penyeberangkan dan mengatur lalu lintas, disana ada terjadi efektivitas waktu, penumpukan kendaraanpun tidak tejadi, antrian kendaraan orang tua lain yang mengantar anaknya cukup menurunkan di pinggi jalan depan sekolah saja, kemudian dibantu seberangkan oleh petugas.

ZoSS yang telah dibangun di depan MIN 6 Banda Aceh itu sudah lengkap dengan semua fasilitasnya, seperti adanya pita penggaduh, sebelum dan sesudah area ZoSS di kedua sisi jalan kiri dan kanan.

Sekretaris Dishub Kota Banda Aceh itu juga mengakui, bawah walaupun sudah dibuat areal Zona Selamat Sekolah kalau tidak ada petugas yang jaga, memang ZoSS kurang efektif, ZoSS merupakan zona selamat sekolah jadi fungsinya merupakan bagian dari kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas berupa kegiatan memberikan prioritas keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki pada kawasan sekolah.

“Jadi setelah kita bangun fasilitas ZoSS, kita tambah lagi dengan personil anggota kita ditempatkan di areal tersebut, tidak ada petugas fungsi ZoSS berkurang karena orang tua dan siswa-siswa madrasah ini yang banyak juga pengendara lain tidak memperdulikan areal ZoSS tersebut. Padahal areal tersebut merupakan prioritas area terutama di area yang di cat merah. Artinya itu, pengendara harus memperlambat laju kendaraan, harus berhati-hati. Karena area prioritas untuk anak sekolah menyeberang,” terangnya lagi.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh saat pengamanan di Kawasan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di depan MIN 6 Banda Aceh, Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (18/5/2022)
FOTO/ DOK DISHUB KOTA BANDA ACEH

Ia menegaskan, bahwa Dishub Kota Banda Aceh berencana kedepan akan memasang pita penggaduh, dimana pita tersebut dipasang untuk memaksa kendaraan untuk melaksanakan perlambatan, sehingga anak-anak yang berdiri dan hendak menyeberang jalan dilokasi ZoSS tersebut merasa nyaman untuk menyeberang, karena kawasan ZOSS itu merupakan perioritas keselamatan untuk menyeberang.

Area ZoSS yang sudah dibantun itu selain di MIN 6, juga berada di beberapa sekolah lainnya termasuk MTsN Lueng Bata, depan Masjid Jamik Lueng Bata. Di sana memang tidak ada fasilitasi untuk pengawasannya, karena jumlah petugas yang memang sangat terbatas. Target dari penjagaan yang dilakukan itu disekolah-sekolah atau madrasah MIN yang langsung bersentuhan dengan jalan utama, Jalan premier atau Jalan sekunder, karena jalan itu volume kendaraan lalu lintas padaat. tapi kaena keterbatasan anggota, pihaknya baru menempatkan petugas hanya berada di sekolah MIN 6 Banda Aceh, kerena kawasan tersebut merupakan pusat sekolah terpadu dan favorit, ada sekolah MIN, MTsN dan MAN.

Salah seorang orang tua siswa yang sekolah di kawasan madrasah mengaku sangat terbantu dengan adanya petugas dishub yang bertugas secara rutin di depan sekolah.
Ia merasa agak nyaman untuk melihat anaknya menyeberang jalan untuk masuk maupun pulang sekolah. Yang terpenting menurutnya, saat aktivitas keluar masuk sekolah tersebut dengan adanya petugas Dishub kecepatan pengendara dapat dikurangi.
“Kami selaku orang tua siswa yang anaknya sekolah dikawasan itu mengucapkan terima kasih kepada pihak Dishub Banda Aceh yang telah mengatur dan membantu menyeberangkan anak kami,” ujar Marzuki, salah seorang orang tua murid madrasah.(Adv)