Situasi berangsur-angsur normal di tengah pandemi memantik asa pedagang kecil di Pasar Peunayong. Sebelumnya, sejak pandemi covid-19 melanda, jual beli masyarakat melemah dan turun drastis. Tentu saja para pedagang kecil berharap bisa kembali bangkit di tengah pandemi dalam adaptasi kenormalan baru.
Pagi itu saya menemani isteri singgah di Pasar Peunayong. Setelah membeli beberapa keperluan, giliran kami menyapa pedagang perempuan yang sering dipanggil Nyak-nyak untuk membeli kelengkapan bumbu dapur.
Ibu Nyak-nyak ini selalu tersenyum menyapa setiap warga yang membeli barang dagangnya. Wajahnya teduh menentramkan. Sapaannya khas, “Tuah neuk, piyoh,” (Mulia anakku, silakan mampir). Sebuah do’a sebelum kita membeli barang dagangannya. Subhanallah. Belum membeli kita sudah dido’akan.
Jualannya Nyak-nyak ini tidak banyak, seputar bahan dasar dapur, dari garam, asam sunti sampai telur bebek.
Melihat fisik, mungkin usia Nyak ini sudah melampaui angka 70. Namun terlihat sehat bugar, Alhamdulillah. Tubuhnya yang sudah lemah, kadang kita bertanya dalam hati kenapa beliau tidak berhenti saja berjualan. Mungkin jawabannya akan sangat menyentuh, dan bisa jadi juga beliau menyukai ini sebagai keseharian nya dalam beribadah dan berkehidupan.
Berada di pelataran timur Pasar Peunayong, setiap pagi Ibu tua ini setia dengan barang dagangannya. Untuk tujuan berbelanja ikan dan alat berat kami memang sebagian memilih belanja di Pasar Al Mahirah Lamdingin, hanya untuk pernak-pernik kecil dan kebutuhan dapur khas kami sambangi ibu-ibu murah senyum ini.
Kadang, senyum ibu-ibu ini mengingatkan kita pada orang tua kita sendiri. Wajahnya lembut penuh keibuan. Senyum nya terus mengembang, tak peduli kita membeli atau tidak dagangannya. Sebuah ketulusan perempuan yang membuat dunia seakan tersenyum balik kepadanya.
Akankah kita sekuat beliau di waktu tua? Dan andai kita bagian keluarga nya, apa yang mungkin kita lakukan. Banyak pertanyaan dan biarkan masing-masing kita membuat kisah, karena dunia ini memang panggung cerita. (Hasnanda Putra).











