Internasional

AS Kirim 6.500 Ton Amunisi ke Israel Lewat Laut dan Udara

29
×

AS Kirim 6.500 Ton Amunisi ke Israel Lewat Laut dan Udara

Sebarkan artikel ini
FOTO/IDNT

posaceh.com, Jakarta – Amerika Serikat (AS) mengirim sekitar 6.500 ton amunisi dan material militer ke Israel hanya dalam waktu 24 jam melalui dua kapal kargo besar serta sejumlah pesawat pengangkut dalam operasi logistik militer berskala global.

Menurut laporan The Jerusalem Post (3/5/2026), pengiriman tersebut mencakup ribuan amunisi udara dan darat, truk militer, Joint Light Tactical Vehicles (JLTV), serta berbagai peralatan tempur tambahan yang tiba di pelabuhan Ashdod dan Haifa. Pengiriman ini menjadi bagian dari peningkatan dukungan logistik militer di tengah dinamika keamanan kawasan.

Operasi distribusi ini dipimpin oleh Direktorat Pengadaan Pertahanan Israel bersama Divisi Pengiriman Internasional, misi ke Amerika Serikat, serta Direktorat Perencanaan IDF, dikutip dari The Jerusalem Post (3/5/2026).

Setelah tiba di pelabuhan, seluruh material dipindahkan menggunakan ratusan truk logistik militer sebelum didistribusikan ke berbagai pangkalan IDF di seluruh wilayah Israel dalam operasi terkoordinasi di Pelabuhan Ashdod.

Kementerian Pertahanan Israel bersama unit logistik dan teknologi IDF turut menangani proses distribusi untuk memastikan seluruh peralatan militer dapat segera digunakan oleh unit operasional di lapangan.

Sejak dimulainya Operasi Roaring Lion, Israel disebut telah menerima lebih dari 115.600 ton peralatan militer melalui 403 pengiriman udara dan 10 pengiriman laut, dikutip dari The Jerusalem Post (3/5).

Jalur udara dan laut tersebut menjadi bagian utama sistem suplai militer Israel untuk menjaga kesiapan operasional di tengah kondisi keamanan yang terus berkembang.

Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan bahwa Israel tetap berada dalam kondisi siap siaga penuh di semua front dan setiap saat.

Sementara itu, pejabat pertahanan Amir Baram menyebutkan bahwa pengiriman militer yang terus berlangsung ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemampuan operasional IDF dan memastikan kesiapan pertahanan nasional. (Muh/*)