InternasionalNasional

Ariol Dance Theatre Wakil Indonesia di Marrakech Folklore Days 2025 di Maroko

484
×

Ariol Dance Theatre Wakil Indonesia di Marrakech Folklore Days 2025 di Maroko

Sebarkan artikel ini
Komunitas Ariol Dance Theatre ikut berpartisipasi dalam Program Pertemuan Internasional Ansambel Tradisional – Marrakech Folklore Days 2025 yang berlangsung di Marrakech, Maroko, pada tanggal 23–26 Oktober 2025 yang lalu. FOTO/DOK PRI

posaceh.com, Kota Jantho – Komunitas Ariol Dance Theatre ikut berpartisipasi dalam Program Pertemuan Internasional Ansambel Tradisional – Marrakech Folklore Days 2025 yang berlangsung di Marrakech, Maroko, pada tanggal 23–26 Oktober 2025 yang lalu.

Kegiatan tersebut merupakan forum budaya internasional yang diikuti peserta dari 23 negara, dan menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi seni Indonesia di kancah global melalui pertukaran budaya yang inklusif.

Ketua Komunitas Ariol Dance Theatre Fitra Airiansyah, M.Sn, yang juga menjadi koreografer mengatakan, rombongan ini menampilkan karya tari berjudul “Aceh Negeri Rempah”. Para penampil yang terlibat antara lain:
Fitra Airiansyah, M.Sn; Benni Andika, M.Sn; Fifi Febryanti Sukman, M.Sn; Rama Dandi Nasution; dan Fitria Ariska, S.Sn.

Komunitas Ariol Dance Theatre kolaborasi dengan tim negara lain saat latihan pada Program Pertemuan Internasional Ansambel Tradisional – Marrakech Folklore Days 2025 yang berlangsung di Marrakech, Maroko, pada tanggal 23–26 Oktober 2025 yang lalu. FOTO/DOK PRI

“Selama lima hari kegiatan, Ariol Dance Theatre turut memeriahkan rangkaian acara melalui, tiga kali pertunjukan di beberapa lokasi di Marrakech,Workshop tari “Ratoeh Jaroe, Sesi kelas (classroom) sebagai narasumber, Pawai kostum tradisional dan Pertemuan resmi dengan pemerintah Kota Marrakech serta penyerahan plakat penghargaan Karya Aceh Negeri Rempah,” katanya, Rabu (5/11/2025).

Karya ini mengangkat sejarah kejayaan Aceh sebagai pusat jalur rempah dunia pasca jatuhnya Malaka. Letak geografis strategis dan kekuatan maritim menjadikan Aceh sebagai simpul perdagangan internasional, yang pada masanya dikunjungi saudagar dari Nusantara, Timur Tengah, hingga Eropa. Selain kaya komoditas lada, Aceh juga menjadi magnet ekonomi dan budaya.

“Melalui media gerak, “Aceh Negeri Rempah” menerjemahkan perjalanan sejarah tersebut ke dalam bentuk pertunjukan tari yang memadukan pola gerak tradisi Aceh khususnya Tari Seudati dengan teknik tari modern. Musik pengiring berpadu dengan syair Aceh yang disampaikan penyair sebagai penguat suasana dramatik di setiap gerak,”

Komunitas Ariol Dance Theatre ikut berpartisipasi dalam Program Pertemuan Internasional Ansambel Tradisional – Marrakech Folklore Days 2025 yang berlangsung di Marrakech, Maroko, pada tanggal 23–26 Oktober 2025 yang lalu. FOTO/DOK PRI

“Karya ini menjadi upaya memperkenalkan kekayaan seni tradisi Aceh kepada dunia, sekaligus memperkuat pelestarian budaya—seiring Tari Seudati telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2014,” tambahnya.

Ariol Dance Theatre menyampaikan apresiasi kepada, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan – Program Dana Indonesiana (Interaksi Budaya), LPDP, Dinas Kebudayaan Provinsi Aceh, Panitia penyelenggara Marrakech Folklore Days atas dukungan dan akomodasi selama berada di Maroko, Komposer Surya Rahman, M.Sn Serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

“Semoga keikutsertaan ini dapat menginspirasi komunitas seni lainnya untuk terus menghadirkan kebudayaan Aceh dan Indonesia di panggung internasional,” pungkasnya.(CBoy)