Daerah

Anjungan Pidie Dipadati Pengunjung Selama PKA 8

1666
×

Anjungan Pidie Dipadati Pengunjung Selama PKA 8

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Pidie memperlihatkan produksi, baik kerajinan, kuliner, maupun hasil bumi, Selasa (7/11/2023), Foto Dok Kabag Prokopim Setdakab Pidie.

posaceh.com – Sejumlah masyarakat Aceh dari berbagai daerah kian meramaikan Anjungan Pidie pada Pekan Kebudayan Aceh (PKA) Ke-8, Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Selasa (7/11/2023).

Dalam kunjungan itu masyarakat melihat hasil kerajinan serta kuliner dari pelaku UMKM binaan Disperdagkop UKM, juga memamerkan hasil bumi, terutama rempah.

Pemerintah Pidie juga memantau langsung Stand pada PKA Ke-8 Tahun Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar, didampingi Plt. Ketua DWP Pidie, Ny. Saptati Rengganis mengunjungi Anjungan Kabupaten Pidie dalam rangka memantau langsung Stand pada PKA Ke-8 Tahun 2023.

juga menghadiri Kadisdikbud, H. Yusmadi Kasem, S.Pd., M.Pd., Kadishub, Jufrizal, S.Sos., M.Si., Kadinkes, dr. Arika Husnayanti Aboebakar, dan Kadis P3AKB, Nurhanisah,

Kabag Prokopim Setdakab Pidie, Teuku Iqbal mengatakan, sementara pengurus Dharma Wanita Pembangunan (DWP) Pidie, ikut juga Ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh, Ir. H. Zakaria A Gani, dalam kunjungan pemantauan langsung ke arena PKA-8 ini.

“Di tempat itu, H. Zakaria A. Gani, turut mengedukasi para pengunjung tentang penguatan ekonomi, khusunya di bidang budidaya barang merah,” kata Teuku Iqbal.

Kemudian ini merupakan
salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie bersama komponen lainnya untuk mewujudkan Pidie yang terus berkembang dan maju.

“Dan tentunya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam rangka pengembangan pembangunan manusia, dan peran penguatan ekonomi kerakyatan, yang melibatkan UMKM, sehingga terciptanya persatuan dan kesatuan masyarakat Pidie,” ujar Kabag Prokopinda.

Pada tahun ini Pidie menampilkan atraksi seni dan budaya, hasil kerajinan serta kuliner dari pelaku UMKM binaan Disperdagkop UKM, juga memamerkan hasil bumi, terutama rempah.

“Ini sebagai upaya mencari peluang pasar yang lebih luas terhadap produksi, baik kerajinan, kuliner, maupun hasil bumi,” tutup Teuku Iqbal. (Harmadi).