Internasional

Anak di Gaza Berguguran, Biden: Namanya juga Perang

1650
×

Anak di Gaza Berguguran, Biden: Namanya juga Perang

Sebarkan artikel ini
Presiden Joe Biden disambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah tiba di Bandara Internasional Ben Gurion, Rabu, 18 Oktober 2023, di Tel Aviv. | AP Photo/Evan Vucci

posaceh.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe BIden mengecilkan kematian-kematian ribuan warga sipil termasuk anak-anak akibat serangan Israel ke Gaza belakangan. Menurutnya, kematian warga sipil tersebut harga yang harus dibayar untuk perang di wilayah itu.

Joe Biden juga secara terbuka meragukan data tentang jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza. Saat Biden menyampaikan hal itu, jumlah penduduk Gaza yang terbunuh oleh agresi Israel telah mencapai sedikitnya 6.546 jiwa.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (25/10/2023), seorang jurnalis bertanya kepada Biden, dengan jumlah kematian yang telah melampaui 6.500 jiwa, termasuk di dalamnya sekitar 2.700 anak-anak. Ia bertanya apakah hal itu menunjukkan Israel mengabaikan seruan AS agar meminimalisasi kematian warga sipil dalam serangan udaranya ke Gaza.

“Saya menduga Palestina tidak mengatakan yang sebenarnya mengenai berapa banyak orang yang terbunuh,” ujar Joe Biden. Biden juga menyatakan bahwa jika ada, kematian orang-orang tak berdosa itu adalah konsekuensi dari perang.

“Saya yakin orang-orang tak berdosa telah terbunuh, dan ini adalah harga dari perang,” ujar Biden merespons pertanyaan tersebut.

“Saya pikir Israel harus sangat berhati-hati untuk memastikan bahwa mereka fokus mengejar orang-orang yang menyebarkan perang melawan Israel. Dan itu bertentangan dengan kepentingan mereka jika hal itu tidak terjadi. Tapi saya tidak yakin dengan angka (korban) yang digunakan oleh Palestina,” tambah Biden.

Dia tak menjelaskan mengapa dia skeptis terhadap angka yang dilansir Palestina. Data tentang jumlah korban yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza secara konsisten diandalkan oleh banyak organisasi media, kelompok hak asasi manusia, dan PBB. Hal itu karena data tersebut akurat dalam konflik-konflik yang terjadi sebelumnya.

Sikap Biden yang meragukan kalim Palestina itu bertolak belakang dengan kepercayaan butanya terhadap klaim Israel. Selepas serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, Biden menyampaikan pada jurnalis soal kondisi selepas serangan yang mana ia mengeklaim ada bayi-bayi Israel yang dipenggal.