NasionalPendidikan

Alumni Dayah Darussaadah Pidie Dilantik Jadi Deputi Koordinasi HAM Kemenko Kumham Imipas

30
×

Alumni Dayah Darussaadah Pidie Dilantik Jadi Deputi Koordinasi HAM Kemenko Kumham Imipas

Sebarkan artikel ini
Prof Dr H Muhammad Siddiq Armia MH PhD foto dengan Menteri usai pelantikan, di Aula Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Senin (26/10/2026). FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Jakarta – Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H Muhammad Siddiq Armia MH PhD, resmi dilantik sebagai Deputi Koordinasi Hak Asasi Manusia (HAM) pada Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas).

Pelantikan dan pengangkatan Siddiq Armia yang tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 142/TPA Tahun 2026 tersebut, dilakukan oleh Menko Kumham Imipas, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, di Aula Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Siddiq Armia membenarkan perihal pengangkatanya sebagai Deputi Koordinasi HAM. “Alhamdulillah, telah selesai pelantikan kami sebagai Deputi Koordinasi HAM pada Menko Kumham Imipas Prof Yusril Ihza Mahendra pagi ini di Aula Kemenko Kumham Imipas,” ujar Siddiq Armia saat dihubungi melalui telepon seluler.

Ia menyatakan akan menjalankan amanah tersebut sesuai tugas dan kewenangan yang diberikan.

“Kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai tugas dan kewenangan yang diberikan,” katanya.

Sebagai Deputi Koordinasi HAM, Siddiq bertugas menyelenggarakan sinkronisasi dan koordinasi perumusan, penetapan, serta pelaksanaan kebijakan dan pemantauan di bidang hak asasi manusia. Jabatan eselon I-a tersebut memiliki posisi strategis dalam mengoordinasikan pejabat eselon I-b di kementerian terkait.

Dalam pelantikan yang sama, Yusril Ihza Mahendra juga melantik sejumlah Staf Ahli Menteri.

Pengangkatan Siddiq Armia menjadi pejabat tinggi di tingkat kementerian menambah rekam jejak akademisi asal Aceh yang dikenal luas melalui kiprahnya di bidang hukum dan penelitian ilmiah internasional. Dalam dua tahun berturut-turut, yakni 2025 dan 2026, ia masuk dalam daftar *Top 2% Scientist Worldwide*.

Siddiq lahir di Takengon pada akhir 1977. Ia merupakan cucu ulama kharismatik Aceh sekaligus ahli ilmu falak, Abu Muhammad Ali Teupin Raya, pendiri Dayah Darussaadah Teupin Raya, Kabupaten Pidie.

Ia menghabiskan masa remajanya di lingkungan Dayah Darussaadah sembari menempuh pendidikan di MAN I Beureunuen, Pidie. Ayahnya, Tgk H Muhammad Armia Ali, LML MA, merupakan alumni Timur Tengah dan dosen Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry.

Pendidikan sarjana diselesaikannya di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry pada 2000, kemudian meraih gelar magister dari Universitas Indonesia pada 2004. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris, pada 2016, dengan disertasi mengenai studi komparasi di Mahkamah Konstitusi Jerman.

Selain mengajar dan aktif menulis di berbagai jurnal internasional, Siddiq juga kerap menjadi dosen tamu serta penguji disertasi doktoral di sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Kiprahnya mencakup berbagai negara, antara lain Inggris, Qatar, Maroko, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Pada September 2026, Siddiq juga terpilih mewakili Indonesia dalam pertemuan ilmiah tingkat global bersama akademisi dari 20 negara di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, ia turut mengunjungi gedung Parlemen Inggris.(Why/*)