posaceh.com, Sabang – Sanggar Dance Kilometer Nol akan menggelar kegiatan bertajuk Sabang Meuseraya, dengan tema “Peradaban Islami Melalui Seni” pada Jumat 26 Juni malam.
Kegiatan yang mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BP Kebudayaan) Aceh tersebut menjadi wadah ekspresi seni sekaligus penguatan nilai-nilai budaya dan keislaman di Kota Sabang.
Ketua Sanggar Dance Kilometer Nol, Muhammad Deni Gunawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan menghadirkan ruang kreativitas bagi generasi muda melalui pertunjukan seni yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Menurutnya, seni dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
“Dalam acara yang akan kita gelar di area Sabang Fair nanti, akan ada penampilan pembuka akan dibawakan oleh 25 penari pelajar Kota Sabang yang menampilkan atraksi kolaboratif. Selain itu, akan ada juga penampilan Drumband SMA Negeri 1 Sabang, Sanggar Dance Kilometer Nol, Orange Band dan KMS Band,” terang Deni Kamis 25 Juni 2026.
Muhammad Deni Gunawan menegaskan bahwa tema Peradaban Islami Melalui Seni dipilih untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Zaman berubah, tetapi nilai Islam rahmatan lil ‘alamin tetap menjadi pedoman. Peradaban Islam tidak beku di masa lalu, melainkan hidup, beradaptasi, dan mewarnai budaya lokal tanpa menghilangkan jati diri,” ujarnya.
Ia menambahkan, seni dan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas masyarakat sekaligus memperkenalkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan menghargai keberagaman.
Melalui berbagai penampilan yang disajikan, masyarakat diajak memahami bahwa kreativitas dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Menurut Muhammad Deni Gunawan, kegiatan Sabang Meuseraya diharapkan mampu menjadi agenda yang mempererat kebersamaan masyarakat serta mendorong lahirnya talenta-talenta seni baru di Kota Sabang.
“Seni adalah cara Islam bercakap dengan dunia. Karena itu, kami ingin menjadikan seni sebagai jembatan untuk memperkuat peradaban, budaya, dan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” katanya.(Muh/*)











