posaceh.com, Banda Aceh – Jasa potong pohon menjamur di Banda Aceh dan sekitarnya, dengan dampak harga saling bersaing satu sama lain. Jasa satu ini sebenarnya berisiko tinggi, tetapi tidak bagi sebagian orang yang mengambil profesi tersebut.
Hal itu seperti dilakoni Amad (45), yang telah menggeluti profesi itu puluhan tahun dengan beragam pengalaman yang didapatnya di lapangan, khususnya di area rumah. Dia mengaku jasa potong pohon sudah bertebaran di Banda Aceh dan Aceh Besar, sehingga harga tidak bisa dipatok tinggi, karena bisa diambil oleh orang lain.
“Saya telah menjalani profesi ini puluhan tahun, tetapi saat ini sudah banyak yang menjalani profesi ini, sehingga untuk harga disesuaikan saja dengan kondisi lapangan,” ujarnya di sela-sela memotong pohon di depan rumah seorang warga Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh, Selasa (3/9/2023) jelang siang.
Dia menjelaskan untuk jasa potong pohon di depan rumah lumayan tinggi dibandingkan di area terbuka, seperti kebun. Dicontohkannya, untuk memotong pohon palm besar di tempat ini dipatok Rp 500 ribu plus membersihkan sampah dari pemotongan pohon.
Tetapi, katanya, jika tidak ada penghalang, seperti kabel listrik, telepon, maka dipatok cukup Rp 200 ribu saja. “Inilah yang membedakan harga potong pohon di area rumah dengan area terbuka,” jelasnya.
Dia meyebutkan untuk jasa potong pohon mangga, maka harga bisa sampai jutaan rupiah, tergantung besarnya pohon. Disebutkan, di antara Rp 2 juta sampai Rp 5 juta, karena harus memotong dahan satu persatu, sebelum batang pohon mangga ditebang secara bertahap, dari pucuk sampai pangkal pohon.
Contoh lainnya, untuk memotong pohon kelapa juga sama, berkisar Rp 300 ribu di area terbuka dan dekat rumah Rp 600 ribu sampai satu jutaan rupiah. Dia yang memiliki sejumlah anggota potong pohon kayu menambahkan pesanan potong pohon kayu terus berdatangan, walau kadang-kadang tidak ada sama sekali dalam sepekan atau sebulan.
“Kami siap memberi jasa layanan potong pohon dengan harga terjangkau, bahkan bisa dengan harga Rp 100 ribuan, jika kondisi di lapangan memungkinkan,” tambahnya. Dia berharap, jasa profesi ini terus berlanjut, sehingga akan dapat menambah perekonomian keluarga, sekaligus membantu masyarakat yang ingin menjadikan rumahnya tanpa pohon yang mengganggu rumah dan juga lingkungan sekitar.(Muh)











