POSACEH.COM_Banda Aceh – Agenda kedua pagelaran seni budaya Aceh di UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh tetap digelar, meski sepi pengunjung pertunjukan tersebut sebab sehari jelang dimulai 14 hari libur sekolah pasca pengumuman pemerintah hadapi keadaan darurat virus Corona, Senin, (16/3/2020).
Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, acara yang dimaksud untuk mengenang kesaksian para seniman Aceh terhadap tiga tokoh maestro sastra; Maskirbi, Hasyim KS, M. Nurgani Asyik tampak berjalan sebagaimana adanya, kondisi minimnya penonton Taman Seni dan Budaya Aceh terlihat nyata ketika jumlah bangku indoor Taman Budaya tersebut sudah disisakan ke bagian depan namun tetap terlihat tidak penuh.
Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya adalah Elli Zuwarni, S. Sn dalam kesempatan even kedua setelah kemarin (14/3/2020) menggelar Panteue Subra yang menghadirkan kesenian daerah Kabupaten Aceh Utara dan Pidie Jaya tadi malam terlihat bersemangat, meskipun kondisi jelang hari pertama libur 14 hari hadapi Virus Corona, agenda tersebut tetap dilangsungkan.
Elli Zuwarni yang juga kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh merupakan kerabat ketiga sosok maestro yang dikenang, Elli berkesempatan juga membacakan puisi Maskirbi, lulus sebagai sarjana seni, Elli yang merupakan pegawai Taman Budaya dulu itu sempat berpindah pindah tugas dan akhirnya kembali dipercayakan mengabdi di Taman Seni dan Budaya Aceh namun tidak sebagai Kabid tapi sebagai Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, dirinya mengaku sangat mengharapkan dukungan seluruh pihak agar dapat meningkatkan kesuksesan pengelolaan terkait seni budaya Aceh lewat program-programnya selaku kepala, sinergi di bawah Disbudpar Aceh.
Isi acara berupa doa dan renungan juga pembacaan puisi dan testimoni untuk 3 tokoh sastrawan maestro Aceh; Maskirbi, Hasyim KS, M. Nurgani Asyik
Para penonton dan undangan diberikan kesempatan menyampaikan testimoni atas tiga tokoh yang dikenang tersebut, sebagai refleksi berkesenian dalam dinamika menghargai seniman Aceh meskipun mereka telah tiada.
Acara dibuka Kadisbudpar Aceh Jamaluddin diwakili Suburhan, SH. dalam sambutannya mewakili Kadisbudpar Aceh, Suburhan yang juga Kabid. Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh menyambut baik pergelaran Kesaksian Maestro Aceh malam tadi, ia juga menyatakan dinas memahami keterbatasan anggaran terhadap fasilitas yang ada di Taman Budaya seperti AC dan lainnya, ini terus diperhatikan, juga penyelenggaraan sastra Aceh, ke depan terus kita dukung katanya.
Para seniman yang turut tampil menjadi bagian pertunjukan baik sebagai penyampai testimoni atas 3 maestro Aceh juga pembaca puisi karya para tokoh itu antaranya; Hasbi Burman (Presiden Rex), Din Saja, Thayeb Loh Angen, Ampon Nazar (Zal Debus), M. Yusuf Bombang (Apa Kaoy).
Ada juga Bengkel Musik Batas membawakan karya puisi Maskirbi dalam bentuk musikalisasi puisi diisi oleh personil lengkap antaranya Rahmat Sanjaya, Zulfikar (adik alm. Zulkirbi) yang sering juga dikenal dengan nama Zulkirbi, Iwan Setiawan, dll.
Pada sesi pertunjukan yang mereka namakan tadarus puisi, hadir membacakan puisi Maskirbi sosok Zulfikar Sawang diiring musik akustik Rahmat Sanjaya dan Zulfikar menampilkan puisi Serdadu Tua, kolaborasi apik tiga sekawan ini berlangsung spontan tanpa persiapan sebelumnya.
Kehadiran sosok Rafli Kande yang juga dulu memiliki hubungan tersendiri dengan almarhum Maskirbi tampak melengkapi keberadaan pagelaran tersebut, Rafli dengan gitar akustiknya membawakan lagu ciptaan puisi Maskirbi bertajuk Jangan Bermain Api.
Kehadiran para sahabat ketiga maestro sastra Aceh dilengkapi juga oleh adanya sosok Yamin Seda seniman Aceh yang pernah 8 tahun menetap di lingkungan Taman Budaya, ia mengajak para tokoh lainnya yang hadir serta undangan juga penonton untuk sama-sama mengirimkan doa dan bacaan surat Al-Fatihah kepada 3 maestro sastra yang dikenang malam tadi, Yamin Seda juga memaparkan kedekatan dengan ketiga sosok yang dikenang, menjadi pula semacam saksi masa hidup mereka bergaul dengan Maskirbi, Hasyim KS juga M. Nurgani Asyik.
Ketiga maestro sastra Aceh umumnya dianggap menjadi sahabat, saudara, guru, teman menggarap seni khususnya sastra dan seni teater (Maskirbi), ilmu yang disampaikan oleh Hasyim KS selaku redaktur ruang budaya di media cetak Aceh pada masanya sangat menggairahkan kesusastraan.(akb)











