Daerah

Kanwil DJP Aceh Catat Capaian Bersejarah di Atas Rp 5 Triliun

2332
×

Kanwil DJP Aceh Catat Capaian Bersejarah di Atas Rp 5 Triliun

Sebarkan artikel ini
Dari kiri: Plt Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh Anthoni Manullang, Kakanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Aceh Syukriah HG, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Aceh Safuadi, dan Kakanwil DJP Aceh Imanul Hakim, selaku narasumber pada acara Media Gathering Perwakilan Kemenkeu Aceh di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh, Rabu (28/12/2022). Foto: Asnawi Kumar

Posaceh.com, Banda Aceh Kantor Wilayah Direktorat JenderalPajak (Kanwil DJP) Aceh, tahun 2022 ini dilaporkan berhasilmelampaui target penerimaan sebesar Rp 5,22 triliun atau116,26 persen, yang merupakan capaian pertama dan terbesardalam sejarah Kanwil DJP Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan KementerianKeuangan (Kemenkeu) Aceh, Safuadi, pada acara Media Gathering yang berlangsung di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh, Rabu (28/12/2022).

Perlu diketahui, Perwakilan Kementerian Keuangan(Kemenkeu) Aceh terdiri dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak(DJP) Aceh, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh, dan Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Aceh.

Pada acara yang dihadiri para jurnalis yang tergabung dalamJaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh itu, KepalaPerwakilan Kemenkeu Aceh Safuadi didampingi oleh KepalaKantor Wilayah (Kakanwil) DJP Aceh Imanul Hakim, KakanwilDJKN Aceh Syukriah HG, dan Pelaksana Tugas (Plt) KakanwilDJPb Aceh Anthoni Manullang menyampaikan capaian kinerjaKemenkeu Aceh sepanjang tahun 2022.

Capaian penerimaan Kanwil DJP Aceh per 27 Desember 2022, lanjut Safuadi, telah melampaui target penerimaan sebesar116,26 persen yaitu sebesar Rp 5,22 triliun dan untuk pertamakalinya capaian di atas Rp 5 triliun. Ini merupakan capaianpertama dan terbesar dalam sejarah Kanwil DJP Aceh,” katanyayang disambut dengan tepuk tangan para hadirin .

Menurut Kepala Perwakilan Kemenkeu Aceh itu, SektorPertanian, Perkebunan dan Perikanan adalah penyumbang porsiterbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh sebesar30,06 persen, tetapi porsi penerimaan pajak atas sektor tersebutbelum optimal yaitu hanya sebesar 3,91 persen. DJP akanmelakukan penelitian lebih lanjut terhadap perbedaan angkaporsi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil DJP Aceh Imanul Hakimmenambahkan, penerimaan sektor pertambangan masihdidominasi pertambangan batubara, sedangkan penerimaanpertambangan lain masih belum optimal. Untuk kepatuhanpenyampaian SPT Tahunan sebanyak 338 ribu lebih SPT Tahunan yang disampaikan Wajib Pajak atau sebesar 106,19persen dari target, yaitu 318 ribu SPT Tahunan,” katanya

Imanul Hakim juga mengungkapkan, pada tahun 2022 iniDirektorat Jenderal Pajak juga mencanangkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS).Capaian Kanwil DJP Aceh dalam program ini untuk harta yang belum dilaporkan di SPT Tahunan sebesar Rp 838 miliar lebih, dengan pembayaran pajakpenghasilan sebesar Rp 87,7 miliar dari 1.828 Wajib Pajak,” ujarKankanwil DJP Aceh itu.

Bea Masuk dan Keluar

Kembali mengutip laporan Kepala Perwakilan Kemenkeu Aceh Safuadi yang menyebutkan, realisasi penerimaan Negara KanwilDJBC Aceh per 26 Desember 2022 sebesar Rp 63,92 miliar(150,49 persen) dari target yang telah ditetapkan, terdiri dari Bea Masuk sebesar Rp 13,62 miliar, Bea Keluar sebesar Rp 48,23 miliar, dan Cukai sebesar Rp 2,08 miliar. Dari sisi pengawasanKanwil DJBC Aceh berhasil melakukan 950 penindakan dantelah mengamankan 3,3 juta batang rokok illegal dengan potensikerugian negara sebesar Rp 3,8 miliar,” ujarnya.

Selain itu, Kanwil DJBC Aceh juga berhasil melakukanpenindakan terhadap upaya masuknya penyelundupan narkotikayang masuk ke Indonesia yang meliputi penindakan atas 1.408 kg Methampethamine, 335 ribu butir Ekstasi, 20 ribu butirHappy Five dan 61 ribu kg ganja. Dan telah berhasilmenyalamatkan 69,2 juta jiwa generasi penerus bangsa. Pencapaian tersebut juga tidak lepas atas sinergi yang terusdibangun bersama dengan Aparat Penegak Hukum lainnya,” tutup Safuadi.

Sementara itu, Kakanwil DJKN Aceh Syukriah HG melaporkan, realisasi Penerimaan Negara dari Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang sampai November 2022 yang berasal dariPenerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Aset, PNBP PiutangNegara, dan PNBP Lelang yang berhasil dihimpun oleh DJKN Aceh adalah sebesar Rp 27,6 miliar (132,32 persen) dari target yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp 20,8 miliar.

Kanwil DJKN Aceh juga berhasil melakukan pensertipikatanBMN berupa tanah sebanyak hampir 4 ribu bidang tanah ataumencapai 107,35 persen dari target yang ditetapkan sebesar 3,7 ribu bidang tanah. Untuk realisasi pokok lelang sebesar Rp 145 miliar (184,26 persen) dari target Rp 79 miliar, dan penurunanoutstanding Piutang Negara sebesar Rp 3,8 miliar (133,79persen) dari target sebesar Rp 2,15 miliar.

Terakhir, Plt Kakanwil DJPb Aceh, Anthoni Manullangmenyampaikan, pada tahun ini pihaknya berhasil melakukanrealisasi belanja pemerintah pusat (K/L) sebesar Rp 14,1 triliun(94,39 persen) pagu yang ditetapkan sebesar Rp 15 triliun. Kontribusi realisasi belanja 5 K/L terbesar yaitu KementerianAgama (20,43 persen), Kementerian Pupera (18,22 persen), Kemenhan RI (16,35 persen), Kepolisian RI (12,76 persen), Kemendikbud (10,85 persen) dan K/L lainnya (21,4%).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kakanwil DJP) Aceh, Imanul Hakim (tengah), foto bersama dengan Jurnalis Antaraaceh.com dan Jurnalis Medialatahzan.com, Kasman (kanan) usai menyerahkan Piagam Penghargaan kepada keduanya pada cara Media Gathering Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Aceh di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh, Rabu (28/12/2022). Foto: Asnawi Kumar


Selanjutnya
, ujar Anthoni, dalam rangka meningkatkanpemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pemerintah memiliki kebijakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), dimana setiap debitur KUR memperoleh subsidi bungasehingga bunga atas pembiayaan KUR yang ditanggungnyahanya 6 persen per tahun.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) padaKanwil DJPb, jumlah pembiayaan KUR mencapai Rp 2,85 triliun telah disalurkan kepada hampir 42 ribu pelaku UMKM. Sektor yang paling banyak memperoleh kucuran pembiayaanKUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran. Kemudian, disusul oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan,” tutupPlt Kakanwil DJPb Aceh itu.

Sebelumnya, pada acara tersebut, pihak Kanwil DirektoratJenderal Pajak (DJP) Aceh juga memberikan apresiasi danpenghargaan kepada tiga media siber yang sering menulis beritaatau informasi perpajakan dari DJP Aceh. Ketiga media tersebutmasing-masing Serambinews.com, Antaraaceh.com, danMedialatahzan.com.(Ask)