Olahraga

Bireuen Boyong Medali Emas Voli Pantai Putri PORA XIV Pidie

1911
×

Bireuen Boyong Medali Emas Voli Pantai Putri PORA XIV Pidie

Sebarkan artikel ini
Tim voli pantai sedang tim A Bireun Putri merah melawan tim B dari Bireun putri Hitam dengan mendapatkan skor 2-1, Jumat (16/12/2022). FOTO/ HARMADI.

posaceh.com, Tim cabang olahraga Bola voli pantai putri kontingen Bireuen meraih medali emas, dan medali perak juga diboyong Bireun pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV Pidie yang berlangsung di Gampong Tanjung Harapan, Pantai Pelangi kecamatan Kota Sigli kabupaten Pidie. Jum’at (16/12/2022)

Adapun pertandingan pada semifinal Lhokseumawe melawan bireun dengan skor 2-0 dimenangkan oleh kontingen Bireun, Bireun melawan Aceh Tamiang dengan Skor 2-0 dimenangkan oleh kontingen Bireun, Aceh Tamiang melawan Lhokseumawe dengan skor 2-0 dimenangkan oleh kontingen Aceh Tamiang.

Pada pertandingan tersebut Bireuen yang masuk final akan melawan tim Bireun, dimana set pertama Bireuen A nilai 16 dan Bireun B nilai 21, pada set kedua Bireuen A nilai 21 dan Bireun B nilai 20 dengan skor 1-1 akan berlanjut dengan set ke tiga Bireuen A dengan nilai 4 dan Bireun B nilai 14.

Selanjutnya pada set terakhir dari tim B meraih skor 2 sedangkan tim A dengan skor 1 yang mendapatkan mendali emas dari tim kontingen Bireun tim B mendapatkan juara satu sedangkan tim A mendapatkan juara tiga dan Aceh Tamiang mendapatkan juar tiga, yang sementara yang medali perunggu diraih oleh Aceh Tamiang. Bireuen meraih mendali emas dan Bireuen meraih perak sedangkan Aceh Tamiang meraih perunggu.

Sedangkan Cabor voli pantai ( voli pasir) putra masuk semifinal Lhokseumawe melawan Gayo Lues dengan skor 1-2 yang menang Gayo Lues, kontingen Aceh timur melawan Kontigen Sabang dengan Skor 2-1 kemenangan Aceh Timur

Selanjutnya masuk babak final Gayo Lues melawan kontingan Sabang dengan skor 0-1 yang menang kontingen Sabang, Gayo Lues melawan Aceh timur dengan set pertama setengah pertandingan sudah ditundakan.
Untuk voli pantai putra yang telah berlangsung di babak final terpaksa harus digunakan berhubungan waktu dan kondisi tidak memungkinkan (Harmadi)