posaceh.com, Banda Aceh – Akibat terjadinya banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, dan akses jalan Banda Aceh – Medan jadi terputus. Dengan terputusnya akses tersebut, membuat stok sayur di Kota Banda Aceh jadi ludes. akses Banda Aceh – Medan merupakan akses utama dalam penyaluran bahan pangan seperti sayur mayur. Hal tersebut di ungkapkan salah satu pedagang di Pasar Al Mahirah, Lamdingin Banda Aceh Iqbal, kelangkaan sayur-sayuran terjadi dalam dua hari ini, penjual sayur hanya menghabiskan stok sayur yang diperoleh sebelum terputusnya akses tersebut.
“Kami para pedagang berharap akses Banda Aceh-Medan bisa pulih kembali sesegera mungkin, hal tersebut untuk mengatasi kelangkaan stok sayur mayur di Kota Banda Aceh,” ungkap Iqbal saat memberikan keterangan kepada posaceh.com, di Pasar Mahirah Lamdingin Kota Banda Aceh, Sabtu (5/11/2022).
Ia menuturkan, meskipun stok sayur mayur jadi terbatas dalam dua hari ini, namun dari segi harga tidak mengalami perubahan, sama seperti saat stok sayur masih berlimpah. Untuk hari ini, para pedagang sayur hanya menjual stok sayur yang diperoleh dari Aceh Tengah.
“Minimnya stok yang ada, redupkan semangat berjualan kami para pedagang,” ujarnya.
Selain itu, Ia menjelaskan, untuk saat ini harga cabe terbilang relatif murah. Untuk harga cabe merah, sekitar Rp. 25.000 sampai Rp. 28.000/kg. harga cabe hijau berkisar Rp 18 ribu hingga Rp. 20 ribu/kg, sedangkan harga cabai kecil berkisar Rp. 20.000 hingga Rp. 24.000/kg. Namun ada salah satu bahan pokok seperti bawang merah, yang mengalami kenaikan harga. Sebelumnya, harga bawang merah hanya berkisar Rp. 30.000/kg, dan saat ini harganya mencapai Rp. 40.000/kg. Hal tersebut sudah terjadi sebelum terputusnya akses Banda Aceh – Medan.
“Kenaikan harga bawang merah tersebut tidak berkaitan dengan terputusnya akses ini,” ungkap Iqbal lagi.
Salah satu pembeli, Nurhasnah mengatakan, akibat kelangkaan sayur mayur dipasar, kesulitan terjadi dalam mendapatkan sayur mayur untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam menyajikan makanan dan lauk pauk dirumah jadi terbatas, sehingga dalam penyajian makanan hanya dapat disajikan ikan saja.
“Biasanya, selain ikan kami juga menyajikan sayur mayur sebagai lauk pauk untuk suami dan anak-anak dirumah,” ucapnya.
Selain itu, Ia juga menambahkan, memang pada dasarnya kandungan protein dan zat lainnya dalam ikan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tapi, kandungan protein dan vitamin yang ada dalam sayur mayur juga tidak kalah penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada dasarnya, juga tidak semua orang bisa makan ikan, ada juga yang bahkan hanya bisa makan sayur mayur saja.
“Bagi kita, yang bisa makan ikan, sayur, dan sebagainya, memang aman-aman saja, jika terjadi kelangkaan pada salah satu bahan pokok. Kita bisa beralih mengonsumsi bahan pokok lainnya. Namun, apa yang akan mereka makan, jika yang terjadi kelangkaan tersebut, merupakan pada bahan pokok yang harus mereka konsumsi setiap harinya. Oleh karena itu, kita berharap semoga akses yang biasa dilalui dalam menyalurkan bahan-bahan pokok bisa lancar kembali, dan semoga pemerintah juga bisa membantu dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,”pungkasnya. (Wahyu Desmi)











