Daerah

Pagi ini, Kadin-PWI Gelar Diskusi Publik Soal Bank Aceh

2000
×

Pagi ini, Kadin-PWI Gelar Diskusi Publik Soal Bank Aceh

Sebarkan artikel ini
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Muhammad Iqbal (ketiga dari kiri) didampingi sejumlah pengurus KadinAceh, memberikan keterangan pers, dipandu oleh KetuaPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin(keempat dari kiri), di Kantor PWI Aceh di kawasan SimpangLima, Banda Aceh, Jumat (21/10/2022). FOTO: ASNAWI KUMAR

posaceh.com, Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah Kamar Dagang dan Industri (DPD Kadin) Aceh bersama PersatuanWartawan Indonesia (PWI) Aceh, menggelar Diskusi Publik soal Bank Aceh Syariah, Aula Gedung PWI Aceh di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (27/10/2022) pagi ini.

Berdasarkan undangan yang ditandatangani Nasir Nurdin dan Muhammad Zairin, selaku Ketua PWI dan Sekretaris PWI Aceh, Diskusi Publik bertema Quo Vadis Bank Aceh Syariah?(Mencari Sosok Direksi yang Mampu Mendorong Pertumbuhan Dunia Usaha dalam Tatanan Ekonomi Global) itu dimulai pukul 09.00 – 12.30 WIB, dengan peserta terdiri dari para pelaku dunia usaha, wartawan, dan pengamat ekonomi/perbankan.

Narasumber masing-masing Sekda Aceh Bustami SE MSi, Ketua DPR Aceh/Pimpinan Komisi III DPR Aceh, KepalaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh Yusri, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh Achris Sarwani, Akademisi Universitas Malikussaleh Dr (Cand) Teuku Kamal Fasya SAg, MHum, Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal, dan perwakilanBank Aceh Syariah. Sementara moderator dipercayakan YarmenDinamika/TAF Haikal.

Menurut Nasir, diskusi publik tersebut merupakan tindak lanjutdari konferensi pers yang digelar DPD Kadin Aceh di Kantor PWI Aceh pada Jumat (21/10/2022) lalu. Tema ini dipilih karenaBank Aceh Syariah (BAS) sedang menjadi perhatian publik terkait dengan pergantian jabatan direktur utama (Dirut) menyusul berakhirnya masa jabatan Haizir Sulaiman pada 8 Oktober 2022 lalu.

“Banyak pihak kepada Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT BAS bisa membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri Aceh, termasuk dari luar Aceh, agar bisa berkompetisi menjadi Direksi BAS, termasuk Dirut,” kata Nasir Nurdin meneruskan harapan Ketua Kadin Aceh, Muhammad Iqbal, yang diungkapkanya pada konferensi pers di Kantor PWI Aceh sebelumnya itu.

Menurut Iqbal, pergantian Dirut yang sejatinya adalah urusaninternal pemegang saham ternyata telah memunculkan berbagaispekulasi di masyarakat, terlebih setelah dua calon yang diusulkan oleh Gubernur Aceh ke OJK Pusat tidak lulus ujikualifikasi, sehingga kemungkinan akan dibentuk Tim Panselbaru guna menjaring calon yang akan diusul lagi ke OJK.

“Menyikapi berbagai perkembangan terkait BAS, dan untukmenjawab hak tahu masyarakat maka Persatuan WartawanIndonesia (PWI) Aceh menggelar Diskusi Publik bertema Quo Vadis Bank Aceh Syariah? (Mencari Sosok Direksi yang Mampu Mendorong Pertumbuhan Dunia Usaha dalam TatananEkonomi Global),” tutup Nasir Nurdin. (Ask)