News

Petani Minta Pemkab Pidie Atasi Gajah Liar

2438
×

Petani Minta Pemkab Pidie Atasi Gajah Liar

Sebarkan artikel ini
Puluhan gajah masuk kepersawahanPara petani sawah di Gampong Cot Sutui, Gampong Jijiem, Gampong Pulo Baro, Gampong Pulo Pante, Kecamatan Keumala begitu juga sawah di Gampong Barieh kecamatan sakti, kabupaten Pidie. Minggu (4/9/2022). FOTO HARMADI

posaceh.com, Sigli – Sebanyak 30 ekor Gerombolan gajah liar kembali merusak tanaman padi para petani Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti, peristiwa yang dialami petani sudah berjalan selama 4 hari yang lalu, saat ini padi sudah berumur satu bulan lebih, para petani mengalami keresahan dan gagal panen. Oleh karena itu, para petani meminta Pemerintah Kabupaten Pidie mengatasi gajah liar tersebut.

 

Adapun sawah yang telah di hancur atau diobrak-abrik satwa dilindungi itu. Yakni sawah di Gampong Cot Sutui, Gampong Jijiem, Gampong Pulo Baro, Gampong Pulo Pante, Kecamatan Keumala begitu juga sawah di Gampong Barieh Kecamatan Sakti.

 

Abdul Hamad, salah seorang petani Gampong Kandang Kecamatan Sakti, mengatakan setelah mendengar informasi dari Keuchik Gampong Pulo Baro bahwa sawah telah dihancurkan oleh satwa liar itu, pihaknya setiap malam harus ke sawah untuk menjaga agar tanaman padi tidak diganggu.

 

“Setelah mendapatkan informasi itu kami para petani padi terpaksa setalah sholat magrib harus ke sawah untuk menjaga agar gajah liar itu tidak merusakkan tanaman padi kami lagi,” katannya..

 

Ia juga mengatakan, semua petani pada malam hari sudah mulai pergi ke sawah, karna letak sawah yang berdekatan dengan pegunungan maka gajah tersebut mudah masuk.

 

“Sudah dua malam kami pergi ke sawah untuk menjaga gajah liar agar tidak merusak tanaman padi, kami mengalami gagal panen karna tanaman padi telah di injak-injak dan dimakan,” kata Abdul Hamid.

 

Rizal Zikrullah sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Keumala melaporkan kepada wartawan posaceh.com bahwa sudah 4 hari gajah telah turun ke sawah para petani, bahkan Rizal juga telah melaporkan kepada Corservation Respons Unit (CRU), untuk menangani permasalahan tersebut.

 

“Namun sampai saat inu gajah masih berkeliaran di Glee bararat di Gampong Pulo Baro. Bahkan para petani setiap malam rutin harus ke sawah agar tanaman padi tidak lagi diganggu oleh kumpulan gajah liar tersebut,” kata Rizal zikrullah

 

Sementara itu, Keuchik Gampong Pulo Baro Jamaluddin, membenarkan adanya kawanan gajah liar berjumlah 30 ekor yang sudah empat hari yang lalu merusak tanaman padi para petani bukan hanya di Kecamatan Keumala, tapi petani di Kecamatan Sakti.

 

“Setelah mengetahui bahwa gajah telah merusakkan tanaman, saya langsung memberitahukan kepada petani untuk menjaga padinya jangan terganggu lagi oleh gajah,” ujar Keuchik.

 

Jamaluddin menambahkan, kawanan gajah liar kini berkeliaran merusak padi di areal persawahan di Gampong Cot Sutui, Gampong Jijiem, Gampong Pulo Baro, Gampong Pulo Pante, Kecamatan Keumala begitu juga di Gampong Barieh kecamatan sakti, puluhan hektar sawah berisi tanaman padi diinjak satwa. Sementara pihaknya telah melaporkan kepada Corservation Respons Unit (CRU).

 

“Kami telah melaporkan kepada Corservation Respons Unit (CRU), dan akan diberikan marcon akan tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak tersebut,” kata Keuchik

 

Keuchik sangat berharap kepada Dinas Kehutanan Aceh dan Pemkab Pidie segara menangani gajah liar, yang telah merusak tanaman para petani di wilayah Kecamatan Keumala dan kecamatan Sakti. Jika tidak di tangani dari pihak baik CRU, maka para petani akan mencari cara sendri untuk menangani permasalahan tersebut.

 

“Kami mohon kepada pemkab Pidie segara mencari solusi kepada para petani, Jangan disaat gajah bermasalah akan turun kelokasi, akan tetapi saat gajah mengganggu tanaman para petani, pihak Pemkab Pidie juga harus turun kelokasi,” pinta Keuchik

 

Jangan sampai warga hilang kesabaran dengan melakukan tindakan yang dilarang seperti membunuh atau meracun gajah.

 

“Sebab, petani ditimpa kerugian akibat padi di sawah dan tanaman menjadi sasaran perusakan hewan besar itu,” pungkasnya (Harmadi)