Daerah

Warga Guha Tujoh Keluhkan Proyek Jalan Berdebu

2640
×

Warga Guha Tujoh Keluhkan Proyek Jalan Berdebu

Sebarkan artikel ini
Akibat tidak ada perhatian dari rekanan pembangunan jalan batas Aceh Besar dan Tibang, di Gampong Cot kecamatan muara tiga kabupaten Pidie, jalan itu dipenuhi debu, Minggu (24/7/2022). FOTO/ HARMADI

posaceh.com, Sigli – Warga yang bermukim di kawasan Guha Tujoh, Gampong Cot, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, mengeluhkan proyek pembangunan perbaikan jalan provinsi di wilayah mereka yang kerap berdebu di musim kemarau. Mereka minta rekanan proyek jalan tersebut meredam amukan debu yang berterbangan, yang dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan warga.

Warga yang melintasi proyek pembangunan jalan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Aceh dengan Tibang sepanjang lebih kurang 1 km yang mulai dibangun pada 8 April 2022 dan kini dalam tahap pengerasan itu, minta perhatian pihak rekanan agar menyiramnya dengan air setiap hari sebelum diaspal.
Upaya tersebut dimaksudkan untuk meredam debu yang berterbangan setiap dilintasi kendaraan bermotor, yang tidak saja mengganggu pernafasan dan kesehatan warga, tapi juga sangat mempengaruhi jarak pandang pengendara kendaraan bermotor yang lalu-lalang setiap hari di kawasan itu.
Nurdin, seorang pedagang warung di kawasan proyek jalan yang dibangun dengan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) itu mengatakan, ia bersama warga setempat lainnya menyambut baik pembangunan ruas jalan tersebut. Tapi hendaknya pihak rekanan ikut peduli terhadap kesehatan dan kenyamanan warga dari dampak buruk yang ditimbulkan proyek tersebut.
“Kami minta pihak rekanan yang membangun jalan tersebut agar pada saat musim kemarau, tolong melakukan penyiraman bada jalan yang sedang dalam tahap pengerasan itu. Jika tidak disiram sepanjang jalan, di depan kami jualan saja disiram tidak masalah asal jangan sampai debu beterbangan ke tempat kami,” kata Nurdin.
Hal yang sama juga dikeluhkan A Latif, seorang warga setempat lainnya. Ia minta kepada pelaksana proyek untuk mengatasi debu, dengan cara menyiram jalan tersebut, bila kendaraan roda dua dan roda empat melintasi supaya debu yang berterbangan bisa berkurang. “Kalau memang sudah bisa ditimpa aspal langsung saja di aspal supaya jalan tidak berdebu lagi,” pintanya.
Ia menambahkan, warga minta pihak yang mengerjakan ruas jalan itu perhatikan kepada kami bukan para penjualan warung saja, karena mengganggu kesehatan tetapi membuat mata rusa akibat debu berterbangan. “Saya apresiasi terhadap perbaikan jalan itu, namun tolong perhatikan dampak yang ditimbulkanberupa debu, sebab setelah diperbaiki jalan tersebut sekarang sudah banyak melintasi kendaraan, maka debu tentu menjadi masalah utama,” ujar Latif.

Proyek perbaikan jalan pembatasan Aceh Besar – Gampong Tibang, Kecamatan Muara Tiga, Pidie itu dengan dana bersumber dari APBA Otsus Aceh dengan nilai kontrak sebesar Rp 6,7 miliar lebih itu dikerjakan oleh CV Laguna Seca, dengan pengawasan oleh CV Laguna Engineering. Mulai dibangun sejak 8 April 2022, namun di plang nama tidak disebutkan kapan proyek tersebut akan selesai dikerjakan oleh rekanan tersebut. (Harmadi)