Ekbis

Di hadapan Pengusaha, Airlangga Beberkan Tantangan Ekonomi Global

1609
×

Di hadapan Pengusaha, Airlangga Beberkan Tantangan Ekonomi Global

Sebarkan artikel ini
Menko Airlangga Hartarto. ©2022 Merdeka.com

posaceh.com, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah tantangan perekonomian global dihadapan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO). Salah satunya, ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan seperti varian-varian baru Covid-19.

“Lalu distribusi vaksin yang belum merata, pelemahan ekonomi akibat kebijakan terutama di Tiongkok yang mendorong pertumbuhan tinggi ke arah pemerataan terjadi krisis energi,” katanya, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Kemudian, ekonomi juga dipengaruhi oleh risiko yang berdampak pada capital outflow, seperti kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS). Terkait dengan situasi-situasi tersebut, Menko Airlangga meminta pengusaha perlu merespon secara fleksibel dan adaptif.

Di dalam negeri, pada tahun ini vaksinasi terus diakselerasi dan vaksin dosis primer diharapkan selesai di triwulan II 2022. Pemerintah juga sudah menjalankan program booster vaksin, program penguatan sejak 12 Januari lalu.

“Di sisi kesehatan, pemerintah akan melanjutkan program penanganan Covid dan pemulihan ekonomi dengan alokasi anggaran Rp451,64 triliun dengan fokus pada tiga pilar yaitu kesehatan, perlindungan masyarakat dan penguatan ekonomi,” katanya.

Untuk program pemulihan ekonomi, kata Menko Airlangga, beberapa kegiatan akan didorong dilaksanakan di depan atau front loading antara lain subsidi bunga Januari-Juni sebesar 3 persen. Perluasan bantuan tunai untuk warung, pedagang kaki lima dan nelayan.

“Kemudian, insentif fiskal berupa PPN DTP untuk sektor pemerintah yang ditanggung 50% untuk properti di bawah Rp2 miliar, dan 25% antara Rp2 hingga Rp5 miliar. Dan PPnBM otomotif terutama di bawah harga Rp200 juta itu ditanggung mulai dari 3%, 2%, 1% dan 0% setiap triwulannya, dan di bawah Rp250 juta antara itu sebesar 50%, atau di triwulan I 7,5% dan triwulann II kembali sebesar 15%,” paparnya. (merdeka.com)