Olahraga

KONI Aceh Menaruh Harapan Emas Muaythai, Sepakbola, Sepatu Roda

1761
×

KONI Aceh Menaruh Harapan Emas Muaythai, Sepakbola, Sepatu Roda

Sebarkan artikel ini
Pelepasan atlet muaythai, sepatu roda dan sepakbola ke Papua. Foto : Sudirman Mansyur.

posaceh.com Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menaruh harapan besar terhadap atlet cabang olahraga beladiri muaythai untuk bisa mendulang medali emas di PON XX Papua.

Harapan meraih medali emas juga ditambatkan kepada atlet sepatu roda dan tim cabang olahraga paling bergengsi sepakbola yang juga lebih awal terbang ke Bumi Cenderawasih, karena sudah memulai pertandingan sebelum pembukaan PON, 2 Oktober 2021.

“Para atlet muaythai menjadi harapan KONI Aceh untuk meraih medali emas. Bisa meraih medali emas menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh,” ujar Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak ketika melepas keberangkatan atlet tim muaythai, sepakbola dan sepatu roda ke PON Papua di Sekretariat KONI Aceh, Banda Aceh, Rabu (22/9/2021).

Abu Razak meminta para atlet tetap disiplin menjaga kondisi, kesehatan dan mengikuti arahan pelatih selama bertanding, sehingga pemusatan latihan yang dijalani hampir dua tahun dapat meraih medali emas.

Kecuali itu, Abu Razak juga mengingatkan para atlet untuk selalu berdoa memohon kepada Allah agar keberhasilan yang diimpikan meraih medali emas bisa terwujud.

“Capaian target yang dibukukan semoga bisa tercapai,” timpal Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir SIP, MPA yang mendampingi Abu Razak dan Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh/Ketua Pelatda, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd.

Atlet muaythai, sepatu roda dan sepakbola juga berangkat lebih awal ke Papua, Kamis 23 September. Sedangkan atlet Judo dan Panjat Tebing yang dilepas kemarin, petang hari ini sudah terbang ke Papua.

Cabang olahraga tersebut lebih awal berangkat karena sudah memulai pertandingan sebelum pembukaan PON.

Tim sepakbola yang hampir sebulan melanjutkan pemusatan latihan daerah (Pelatda) di Jawa Timur, langsung berangkat ke Papua dari Surabaya.

Muaythai memulai pertandingan di Sentani, Kabupaten Jayapura, 27 September hingga 3 Oktober, sepatu roda di Kota Jayapura, 27 September – 3 Oktober, sepakbola putra digelar di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura dimulai 26 September.

Muaythai Delapan Petarung

Muaythai Aceh berkekuatan delapan petarung yaitu Wanda Ardiansyah kelas 57 Kg, Bobi Chandra Ariadi (67 Kg), Yukay Prihatin Martin (54 Kg), Khairul Umam (60 Kg).

Petarung putri, Irsalina (45 Kg), Feberlina Nduru (54 Kg), Dara Phonna (48 Kg), Desi Suryani Halawa (43 Kg).

Para atlet tim muaythai didampingi seorang manejer/ofisial, Syahrul, tiga pelatih yaitu Sarwan Saleh (pelatih kepala), Adi Mulya dan Saputra.

Sepatu Roda Target Emas

Cabang sepatu roda mengandalkan dua atlet yaitu Hatian Zuhri nomor 100, 200 dan 42 kilo meter. Jihan nomor 300, 400 dan 42 kilo meter.

Dua atlet itu didampingi seorang pelatih yaitu Ramlan. Pendamping cabor sepatu roda dan muaythai yakni Muslim. “Target kita bisa meraih medali emas,” ujar Ramlan.

Sepakbola 20 Pemain

Sepakbola mengusung 20 pemain ke Papua yaitu Kausar Ramadhan, Zul Azhar, Muzakir, Khairunnas, Riza Rizki, Yasvani, Reza Sandika, Rezal Mursalin, Teuku Muharir, T. Reza Pratama, Jamaluddin, M. Fahrizal, M. Fayrushi, Edi Tiadarma, M. Risky Yusuf Nst, Perda Rahman, Ridha Umami, Khairil Anwar, Akhirul Wadhan, Alvin Abdul Halim Nst.

Tim sepakbola Aceh dengan manejer, Agusti Harto, pelatih : Fakhri Husaini (pelatih kepala), Muhammad Azhar, Mukhlis (asisten) dan Amiruddin (pelatih kiper). Pendamping cabor sepakbola, Edi Darma.

Tim Aceh berada di grup C bersama Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Bengkulu. (Sudirman Mansyur)