posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh H Isnaini Husda SE membuka secara resmi workshop pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin (20/9/2021).
Menurut Isnaini, Gampong Lamteh menjadi desa ke 14 yang dibentuk sebagai Destana di Kota Banda Aceh. “Ini desa yang ke 14 di Kota Banda Aceh, mudah-mudahan akan ada desa lainnya yang menyusul untuk menjadi desa tangguh bencana,” katanya.
Ia menjelaskan, sejauh ini pemahaman warga akan resiko bencana sudah mulai membaik, namun jika tidak dibentuk satuan kerja yang bertanggung jawab, bisa jadi resiko akibat bencana bisa menjadi besar. “Kita tetap waspada akan bencana, memang sudah banyak warga yang mengerti akan resiko bencana, namun jika tidak ada satuan kerja yang bertanggung jawab resiko bencana bisa menjadi besar,” jelasnya.
Politisi Partai Demokrat mengatakan, bencana tidak hanya disekitar pesisir saja, bencana bisa terjadi di daerah yang jauh dari laut karena bencana tidak hanya gempa dan Tsunami saja. “Bencana bukan Tsunami saja, ada banyak bahaya bencana yang mengancam, jadi penting sekali untuk dibentuk satuan kerja di setiap gampong untuk mengurangi resiko akibat bencana tersebut,” kata H Isnaini Husda, anggota DPRK Banda Aceh Dapil Ulee Kareng-Syiah Kuala.
Wakil Ketua DPRK ini berpesan, agar peserta workshop yang mengikuti kegiatan ini bisa mengikuti kegiatan ini sepenuhnya dan menyerap apa yang disampaikan oleh pemateri. “Ini menjadi ilmu yang sangat berharga, jadi harapan kami peserta mampu mengikuti kegiatan ini sepenuh hati, karena out put kegiatan ini menjadikan peserta sebagai relawan penanggulangan bencana yang akan berada di garis terdepan saat terjadi bencana nantinya,” pesan Isnaini.
Sama halnya dengan Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Kalaksa BPBD Kota Banda Aceh Rizal Abdillah melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Banda Aceh, Sabri, S.Sos mengatakan, peserta yang hadir pada workshop ini akan menjadi relawan penanggulangan bencana yang memiliki tanggung jawab dalam hal kebencanaan di Gampong Lamteh. “Mereka punya tanggung jawab besar, maka kita akan bekali mereka bagaimana menjadi relawan kebencanaan yang memiliki kemampuan dalam mengurangi resiko bencana,” katanya.
Selain itu, menurut Sabri, proses pembentukan Destana diawali dengan workshop, karena pada saat workshop peserta yang akan menentukan tingkat kerawanan bencana yang mengacam wilayah tersebut. “Mereka sendiri yang akan menentukan tinggi rendahnya tingkat kerawanan bencana yang terjadi di gampongnya, setelah itu baru akan kita fokuskan pelatihan terkait penanggulangan bencana tersebut,” terangnya.
Sabri berharap, dukungan dan partisipasi warga dalam menyukseskan program ini dan mudah-mudahan ada desa lain yang akan menyusul untuk menjadi desa tangguh bencana, sehingga Kota Banda Aceh dapat menjadi Kota Gemilang yang tangguh bencana. “Kita ingin semua desa menjadi tangguh akan bencana, dengan demikian resiko kerugian akibat bencana bisa ditekan dan Kota Banda Aceh menjadi Kota Gemilang yang tangguh akan bencana,” pungkas Sabri. (Adv)











