posaceh.com, Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Banda Aceh Royes Ruslan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dina Perhubungan untuk gencar melakukan sosialiasi penggunaan pembayaran parkir non tunai kepada masyarakat termasuk petugas parkir mengenai system pembayarannya.
“Yang pertama sosialisasinya harus benar-benar gencar di masyarakat, Bahwa Kota Banda Aceh sekarang secara bertahap mulai menerapkan pembayaran secara digital artinya tidak menerima lagi tunai di sektor perhubungan yakni sektor parkir, pintu masuk terminal, pelabuhan dan lainnya,” kata Royes Ruslan SH, kepada posaceh.com, di Banda Aceh, Kamis (17/6/2021).
Selaku DPRK, ia sangat mendukung penerapan pembayaran non tunai ini, apalagi dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini. Dimana masyarakat tidak lagi berinteraksi langsung dengan uang antar sesama. Uang merupakan salah satu objek penghantar virus, dengan penerapan pembayaran non tunai tentu akan meminimalisir penyebaran virus.
“Pembayaran non tunai ini sejalan dengan Qanun yang telah disahkan oleh DPRK pada akhir tahun 2020 lalu, dimana dalam hal penerapannya perlu dilakukan sosialiasi terlebih dahulu,” terangnya.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRK Banda Aceh, penerapan qanun ini dilakukan secara bertahap dari kawasan terminal, tempat yang khusus parkir bukan dipinggir jalan, tentunya, pembayaran digital ini perlu adanya sarananya, seperti kartu top up, flas, brizzy dan lain-lain.
“Untuk itu, maka secara bertahap itu petugas di gate (pintu masuk) itu juga menyediakan pilihan apabila sewaktu-waktu lokasi itu pengunjungnya lupa membawa kartu digital non tunai, tapi itu bagian dari sosialisasi,” tuturnya.
Namun, jika ada datang lupa membawa kartu ditanggulangi dulu oleh petugas dan mereka menerima uang tunai, tetapi petugas harus memberitahu bahwa ini akan diberlakukan bertahap, kedepan kalau tidak membawa kartu non tunai tidak bisa lagi masuk ke lokasi yang dimaksud apakah terminal, Pelabuhan dan lain-lain. “Yang paling penting sosialisasi terlebih tahulu,”tegas politisi Partai Demokrat itu.
Sosialiasi dapat dilakukan dengan berbagai macam, seperti melalui, spanduk, melalui media massa, media sosial dan sebagainya. Dimana memberikan informasi bahwa Kota Banda Aceh akan melaksanakan pembayaran non tunai baik disektor parkir, pintuk masuk terminal, pintu masuk Pelabuhan dan lainnya.
Tentunya dengan pembayaran non tunai tidak adalagi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor parkir, kemudian menambah PAD dan administrasi lebih simpel, rapi dan modern
Semua bertahap butuh waktu dan kesabaran dari semuanya, termasuk dari dalam mengedukasi masyarakat dan petugas terutama petugas parkir, mau tidak mau harus dilaksanakan,
“Kita harus jadi kota yang terus berbenah secara administrasi, secara pengelolaan keuangan dan lain-lain tapi tentunya dengan cara-cara yang simpati dan bijak”pungkas Royes Ruslan Politisi Partai Demokrat Dua Periode itu.(Adv)











