Opini

Refleksi 16 Tahun Tsunami dan Kekuatan Masyarakat Aceh

2001
×

Refleksi 16 Tahun Tsunami dan Kekuatan Masyarakat Aceh

Sebarkan artikel ini

Peristiwa Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember tahun 2004 silam, terus dikenang masyarakat dunia, khususnya Aceh. Betapa tidak, bencana maha dahsyat yang diawali dengan goncangan gempa bumi 8,9 SR tersebut telah mengorbankan lebih dari 200.000 jiwa.

Peristiwa tersebut terus terukir dalam sejarah peradaban manusia. Bahkan, pada momentum peringatan tsunami setiap 26 Desember, digelar berbagai kegiatan seperti zikir, doa’a bersama, ziarah makam massal dan lainnya.

Tahun ini, refleksi 16 tahun tsunami di Aceh, dirangkai dengan sejumlah agenda bertemakan “Refleksi tsunami dan kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi Pandemi covid-19” yang kemudian juga di adopsi oleh Pemkab Aceh Besar “Refleksi tsunami dan kekuatan masyarakat Aceh Besar dalam menghadapi Pandemi covid-19”.

Gagasan pemerintah Aceh dalam memilih tema Tsunami yang ke-16 tahun 2020 patut diapresiasi, sebab tma Tsunami tahun 2020 ini mempunyai filosofi yang dalam. Tema kali ini tidak hanya untuk mengenang musibah dimasa lalu tetapi juga sebagai upaya untuk belajar dan menjadi sumber kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan, terutama dalam menghadapi Pandemi covid-19.

Tema yang pilih oleh Pemerintah Aceh sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Secara verbal tema peringatan hari tsunami kali ini membicarakan tentang kekuatan menghadapi Pandemi Covid-19, namun tersirat banyak pesan dibalik tema yang digagas pemerintah Aceh tersebut.

Beberapa pesan yang terlihat, mulai dari visual logo yang berwarna ke emasan, bentuk angka 16, maupun filosofi dari tema, semua bernada optimis penuh semangat ditengah pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 memang bukanlah satu-satunya musibah yang terjadi saat ini, namun cukup meresahkan.

Meskipun Covid-19 mewabah di berbagai belahan dunia, tapi tanpa disadari ada penyakit lain yang jauh lebih berbahaya yang sedang melanda umat manusia di seluruh dunia saat ini, terutama generasi muda yang kesehariannya dihabiskan untuk menjelajahi dunia maya.

Penyakit tersebut adalah penyebaran hoax dan menerima informasi atau memberi informasi tanpa mencari tau sumber yang jelas. Kepada seluruh masyarakat, terkhusus untuk mahasiswa sebagai kaum intelektual agar dapat memetik pelajaran dari peringatan hari 16 tahun tsunami ini. Bijaklah dalam menerima atau memberi informasi. (*)