News

AHY Minta Dua Kandidat Ketua Demokrat Aceh Jaga Persatuan

18
×

AHY Minta Dua Kandidat Ketua Demokrat Aceh Jaga Persatuan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan sambutan secara daring dari Jakarta pada pembukaan membuka Musda DPD Partai Demokrat Aceh, Rabu (19/8/2026) FOTO/ ABDUL HADI

posaceh.com, Banda Aceh — Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kedua kandidat calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh beserta para pendukungnya menjaga persatuan dan menerima hasil musyawarah dengan sikap dewasa. Pesan tersebut disampaikan AHY saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh di Ballroom Muraya Hotel, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026) malam.

AHY menegaskan bahwa dirinya menghormati seluruh mekanisme yang telah berjalan dalam proses Musda. Namun, ia mengingatkan agar kompetisi internal tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merusak soliditas partai.

Menurut AHY, siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh harus mampu merangkul kandidat yang belum mendapatkan mandat.

Ia juga meminta seluruh kader kembali merapatkan barisan setelah keputusan Musda ditetapkan. Pergantian kepemimpinan di tingkat DPD, kata AHY, harus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, bukan justru menimbulkan perpecahan.

“Siapa pun yang terpilih harus mampu merangkul kandidat yang belum mendapat mandat. Setelah keputusan Musda ditetapkan, seluruh kader harus merapatkan barisan,” ujar AHY.

Suasana Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh di Ballroom Anggun Muraya Hotel, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).
FOTO/ ABDUL HADI

Dalam Musda VI tersebut, dua nama resmi diusulkan sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026-2031, yakni Dr Sayuti Abubakar SH MH dan drh Nurdiansyah Alasta MKes.

Kedua nama tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat AHY untuk ditetapkan salah satunya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026-2031.

Sayuti Abubakar yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe memperoleh dukungan dari 14 DPC Partai Demokrat kabupaten/kota. Dukungan tersebut berasal dari Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Sabang, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Subulussalam, dan Aceh Singkil.

Selain 14 dukungan DPC, satu suara dari unsur DPD Partai Demokrat Aceh juga telah diverifikasi dan dikodifikasi. Dengan demikian, Sayuti mengantongi total 15 suara yang memiliki dasar administrasi dalam tahapan pencalonan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Sementara itu, Nurdiansyah Alasta, yang merupakan anggota DPRA, mengantongi dukungan dari sembilan DPC Partai Demokrat kabupaten/kota.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Dr Ir H Herman Khaeron mengatakan Musda VI Partai Demokrat Aceh tidak semata-mata bertujuan memilih Ketua DPD. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat soliditas kader menghadapi Pemilu 2029.

“Musda ini bukan menjadi sebuah tujuan pemilihan Ketua DPD Aceh. Justru tujuannya adalah bagaimana kita mengulang kesuksesan di tahun 2029,” kata Herman Khaeron.

Herman menyebut Partai Demokrat memiliki catatan sejarah yang kuat di Aceh. Pada pemilu sebelumnya, Demokrat pernah menjadi pemenang dengan meraih tujuh dari total 13 kursi DPR RI yang diperebutkan dari Aceh.

“Dari 13 kursi DPR RI, tujuh kursi kami peroleh. Itu belum pernah terjadi dalam sejarah di era pascareformasi ada partai yang sekuat itu,” ujarnya.

Penekanan tombol oleh Sekjen DPP Partai Demokrat saat Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh di Ballroom Anggun Muraya Hotel, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).
FOTO/ ABDUL HADI

Karena itu, Herman berharap Musda VI tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan politik Partai Demokrat di Aceh dan mempersiapkan konsolidasi menuju Pemilu 2029.(Hadi)