News

Tren Vape Mengkhawatirkan, BNNP Aceh Ingatkan Mahasiswa Bahaya Etomidate

13
×

Tren Vape Mengkhawatirkan, BNNP Aceh Ingatkan Mahasiswa Bahaya Etomidate

Sebarkan artikel ini
Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru ISBI Aceh, Selasa (18/8/ 2026) FOTO/ HUMAS BNN ACEH

posaceh.com, Kota Jantho — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dengan mengangkat tema “Ancaman Narkoba dan Judi Online: Menjaga Masa Depan Generasi Muda.” Selasa (18/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNNP Aceh memberikan edukasi dan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba serta ancaman judi online yang semakin mudah diakses melalui perkembangan teknologi digital.

Dedy Tabrani menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus dan calon pemimpin sekaligus kelompok strategis yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Mahasiswa perlu memiliki ketahanan diri dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan maupun ruang digital.

“Mahasiswa harus mampu menjaga diri dan menentukan pilihan yang tepat. Jangan sampai masa depan yang sedang dibangun harus terhenti karena narkoba maupun judi online,” tegas Dedy.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru ISBI Aceh, Selasa (18/8/ 2026) FOTO/ HUMAS BNN ACEH

Selain narkoba, Dedy juga mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya judi online. Kemudahan akses melalui telepon pintar dan internet membuat judi online menjadi ancaman yang perlu diwaspadai, terutama di kalangan generasi muda.

“Narkoba dan judi online sama-sama dapat menimbulkan perilaku adiktif dan berdampak pada kehidupan seseorang. Karena itu, gunakan teknologi secara bijak, pilih lingkungan yang positif, dan jangan pernah mencoba sesuatu yang dapat merusak masa depan,” ujarnya.

Selain bahaya narkotika dan judi online, Kepala BNNP Aceh juga mengingatkan mahasiswa mengenai fenomena penyalahgunaan vape atau rokok elektrik yang saat ini berkembang menjadi salah satu modus baru peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, vape kini tidak hanya digunakan untuk produk yang mengandung nikotin, tetapi telah disalahgunakan sebagai media untuk memasukkan berbagai narkotika dan zat psikoaktif lainnya ke dalam liquid.

Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap sejumlah temuan liquid vape yang mengandung narkotika dan zat berbahaya diantaranya ; etomidate, ketamin, metamfetamina, THC, MDMA, kokain, serta berbagai senyawa sintetis lainnya.

Etomidate menjadi salah satu zat yang paling mendapat perhatian karena ditemukan dalam sejumlah kasus penyalahgunaan vape pada 2026. “Ini merupakan modus baru yang harus kita waspadai. Vape tidak boleh dianggap aman hanya karena bentuknya berbeda. Ketika liquid-nya telah dicampurkan narkotika atau zat psikoaktif lainnya, risikonya menjadi sangat serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda,” tegas Dedy.

Ia menambahkan, etomidate telah ditetapkan sebagai narkotika Golongan II melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

“Mahasiswa jangan mudah tergiur dengan tren atau tawaran vape dengan liquid yang tidak jelas. Jangan mencoba, jangan membeli, dan jangan menggunakan produk yang tidak diketahui kandungannya. Sekali mencoba, risikonya bisa sangat besar,” pesan Dedy.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa modus peredaran narkotika semakin adaptif mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup. Karena itu, generasi muda perlu meningkatkan literasi dan kewaspadaan agar tidak menjadi sasaran penyalahgunaan narkotika melalui produk yang dikemas dengan tampilan modern dan seolah-olah aman.

Diakhir paparan, Kepala BNNP Aceh mengajak mahasiswa ISBI Aceh untuk mengisi masa perkuliahan dengan kegiatan positif, mengembangkan kreativitas, meningkatkan prestasi, serta memanfaatkan seni dan budaya sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa ISBI Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui karya seni dan kreativitas dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.(Hadi)