News

PFI Aceh Ajak Masyarakat Kunjungi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” di Museum Tsunami

29
×

PFI Aceh Ajak Masyarakat Kunjungi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” di Museum Tsunami

Sebarkan artikel ini
Ketua PFI Aceh, Muhammad Anshar (kanan) dan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal (kiri) saat pertemuan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Jumat 15 Juli 2026. FOTO / HUMAS PEMKO

posaceh.com, Banda Aceh – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh mengajak masyarakat untuk mengunjungi roadshow pameran foto “Prahara Pulau Emas” yang akan berlangsung di Museum Tsunami Aceh, Kota Banda Aceh, mulai 3–8 Agustus 2026.

Pameran yang digagas Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama Yayasan Riset Visual mataWaktu dan PLN ini merupakan rangkaian roadshow pameran dan peluncuran buku foto jurnalistik bertajuk Prahara Pulau Emas. Sebelum hadir di Aceh, pameran telah digelar di Tanah Datar, Sumatera Barat, dan selanjutnya akan ditutup di Medan, Sumatera Utara.

Puluhan karya foto jurnalistik akan dipamerkan. Seluruh karya merupakan dokumentasi para pewarta foto yang merekam langsung berbagai peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada penghujung 2025.

Pameran ini tidak hanya menyajikan dokumentasi kehancuran akibat bencana, tetapi juga merekam ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kehilangan, solidaritas yang tumbuh di tengah keterbatasan, serta berbagai upaya pemulihan yang dilakukan bersama. Melalui karya-karya tersebut, PFI ingin mengajak publik menjadikan fotografi jurnalistik sebagai ruang refleksi sekaligus media edukasi agar pengalaman bencana menjadi pelajaran berharga bagi generasi mendatang.

Ketua PFI Aceh, M Anshar, mengatakan pameran ini tidak bertujuan membangkitkan kembali trauma masyarakat terhadap bencana, melainkan menjadi ruang edukasi tentang pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi kebencanaan.
“Foto jurnalistik bukan sekadar merekam peristiwa, tetapi juga menyimpan ingatan kolektif sebuah bangsa. Melalui pameran ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa di balik setiap bencana selalu ada kisah tentang ketangguhan, solidaritas, dan kemanusiaan. Kami berharap setiap karya yang dipamerkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus media edukasi untuk membangun budaya sadar bencana dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” kata Anshar di Banda Aceh, Sabtu (1/8/2026).

Selain pameran foto, pada hari pembukaan juga akan digelar Diskusi Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” yang menghadirkan Pendiri Yayasan Riset Visual mataWaktu, Oscar Motuloh dan Danu Kusworo, Kurator Pameran sekaligus Pewarta Foto Harian Kompas.

Diskusi ini terbuka bagi mahasiswa, komunitas fotografi, insan pers, akademisi, serta masyarakat umum yang ingin memperdalam perspektif fotografi jurnalistik, dokumentasi bencana, dan nilai kemanusiaan di balik setiap karya yang dipamerkan. Jumlah peserta terbatas, sehingga pendaftaran akan ditutup setelah kuota terpenuhi.

Pembukaan pameran juga akan dihadMotulohua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dwi Pambudo, serta direncanakan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Pameran Foto Jurnalistik “Prahara Pulau Emas” dapat dikunjungi secara gratis pada 3–8 Agustus 2026, pukul 09.00–16.30 WIB (jam operasional Museum Tsunami) di Kota Banda Aceh.(Hadi)