posaceh.com, Blangkejeren – BNNK Gayo Lues melaksanakan kegiatan Training of Trainer (ToT) “Pelatihan Untuk Pelatih” bagi petani kopi binaan sebagai bagian dari program Alternative Development dalam rangka menekan pemindai ganja di daerah rawan.
Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu, 6–11 Juli 2026, bertempat di Aula Starbucks Farmer Support Center (FSC) Berastagi, Kabupaten Karo.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman menyampaikan sebanyak 50 peserta yang terdiri dari petani kopi binaan BNNK Gayo Lues serta anggota Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar mengikuti pelatihan ini.
Mereka merupakan mantan petani ganja dan masyarakat yang rentan terhadap praktik membajak tanaman terlarang.
“Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kopi Arabika Gayo sekaligus menjamin harga kopi yang sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Starbucks Farmer Support Center FSC Berastagi, yakni Robertus Tri Hastoaji dan Ucu Somirat, yang memberikan materi seputar agronomi dan budidaya kopi Arabika.
Selain itu, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, juga berperan sebagai narasumber masyarakat, menekankan pentingnya penguatan kapasitas petani kopi sebagai alternatif strategi dalam pemberdayaan ekonomi.
Melalui program ini, BNNK Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk mengalihkan potensi lahan rawan ganja menjadi pusat pengembangan kopi Gayo yang berdaya saing tinggi.
Kegiatan ini didukung oleh anggaran Non DIPA Tahun 2026 dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemberantasan narkotika di wilayah Gayo Lues.(Muh/*)











