Daerah

Libur Panjang, Omzet Penjual Rujak Khas Sabang Naik Dua Kali Lipat

26
×

Libur Panjang, Omzet Penjual Rujak Khas Sabang Naik Dua Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Lapak pedagang rujak khas Sabang yang ada di KM 0 Sabang, yang menjadi primadona saat musim libur panjang. FOTO/RRI/IR

posaceh.com, Sabang – Momen libur panjang membawa berkah bagi pedagang rujak khas Sabang di kawasan Kilometer Nol. Salah satunya dirasakan Eti yang mengaku omzet penjualannya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Pada hari biasa, Eti mampu meraih omzet sekitar Rp2 juta per hari. Namun selama musim libur panjang, omzetnya meningkat menjadi lebih dari Rp4 juta per hari karena tingginya kunjungan wisatawan.

“Selama libur panjang ini penjualan meningkat hingga dua kali lipat. Kalau hari biasa omzet sekitar Rp2 juta per hari, sekarang bisa mencapai lebih dari Rp4 juta,” ujar Eti, Jumat 03 Juni 2026.

Menurut Eti, meningkatnya jumlah wisatawan membuat permintaan rujak khas Sabang ikut melonjak. Rujak yang dijual menggunakan buah-buahan segar dengan racikan bumbu khas, dibanderol Rp10 ribu per bungkus dan mampu terjual hingga ratusan cup setiap hari.

Sebagian besar pembeli berasal dari berbagai daerah, mulai dari daratan Aceh, sejumlah wilayah di Sumatra, hingga Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat aktivitas penjualan di lapaknya jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa.

Salah seorang wisatawan asal Sumatra Barat, Riki, mengaku sengaja mencicipi rujak di kawasan Kilometer Nol karena banyak direkomendasikan. Menurutnya, cita rasa rujak khas Sabang memiliki keunikan tersendiri.

“Buahnya segar, bumbunya pas di lidah. Harganya juga murah dan pelayanannya sangat baik serta ramah, jadi saya puas membeli rujak di sini,” kata Riki.

Meningkatnya penjualan rujak selama musim libur panjang menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap kuliner khas Sabang. Kondisi ini sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di kawasan destinasi wisata unggulan tersebut.(Muh/*)