Pemerintah Aceh

Dinas Syariat Islam Harap Safda Jadi Wadah Wujudkan Banda Aceh Kota Seribu Da’i dan Da’iah

26
×

Dinas Syariat Islam Harap Safda Jadi Wadah Wujudkan Banda Aceh Kota Seribu Da’i dan Da’iah

Sebarkan artikel ini
Kabid Dakwah DSI Kota Banda Aceh, Marzuk Mubin, S.Sos.I saat memberikan sambutan dalam Safda Malam Ahad, di Meunasah Asoe Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (28/6/2026). FOTO/ DSI KOTA BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh menegaskan bahwa program Safari Dakwah (Safda) Malam Ahad Dai Perkotaan merupakan salah satu pilar penting dalam menghidupkan usaha dakwah dan membentuk identitas Kota Banda Aceh sebagai kota seribu da’i.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Dakwah DSI Kota Banda Aceh, Marzuk Mubin, S.Sos.I saat memberikan sambutan dalam Safda Malam Ahad yang digelar di Meunasah Asoe Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (28/6/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan jamaah dan masyarakat sekitar tersebut, Marzuki menyampaikan tiga poin utama terkait arah kebijakan dakwah DSI ke depan.

Menurut Marzuki, poin pertama adalah amanah langsung dari pimpinan daerah. Amanah itu menjadi dasar pelaksanaan seluruh program dakwah yang menyentuh langsung warga.

“Melalui DSI, Wali Kota mengharapkan hidupnya usaha dakwah di Kota Banda Aceh. Kami diminta terus menggerakkan kegiatan yang menyentuh masyarakat langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, poin kedua adalah posisi strategis Safda dalam program dakwah DSI. Program rutin malam Ahad ini dinilai efektif menjangkau jamaah perkotaan.

Suasana Safda Malam Ahad, di Meunasah Asoe Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (28/6/2026). FOTO/ DSI KOTA BANDA ACEH

“Safda setiap malam Ahad merupakan salah satu program kegiatan dakwah. Ini menjadi media bagi warga kota untuk meraih hidayah Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, untuk poin ketiga Marzuki memaparkan visi besar DSI. Visi tersebut menjadi arah utama penguatan dakwah di tingkat perkotaan.

“Melalui wadah da’i dan da’iah perkotaan, DSI bercita-cita menjadikan Kota Banda Aceh sebagai kota seribu da’i. Tujuannya agar hidup nuansa dakwah di Kota Banda Aceh,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Marzuki menegaskan tekad DSI melalui wadah da’i dan da’iah perkotaan untuk menghidupkan nuansa dakwah di Kota Banda Aceh.

“Kami bertekad menjadikan Safda sebagai gerakan dakwah yang konsisten, sehingga nuansa keislaman di Kota Banda Aceh semakin hidup,” pungkasnya.

Melalui program Safda ini, DSI Kota Banda Aceh berharap dapat memperkuat peran masyarakat dalam majelis ilmu. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua untuk menjaga keluarga, lingkungan, dan bacaan anak, sehingga lahir generasi yang shalih dan berakhlak mulia.

Dengan semangat kebersamaan, DSI Banda Aceh menargetkan nuansa dakwah semakin hidup dan menjadikan kota ini sebagai pusat lahirnya para da’i yang menyebarkan kebaikan.(Mar)