Nasional

Penyair Nusantara dan Asia Tenggara Sampaikan Kesan Mendalam di PPN XIV Aceh 2026

30
×

Penyair Nusantara dan Asia Tenggara Sampaikan Kesan Mendalam di PPN XIV Aceh 2026

Sebarkan artikel ini
Pengajar UIN Sultan Syarif Kasim Riau Syarifa Rahma, S.S., M.Pd. dari Lhokseumawe, saat diwawancara di Galeri Kopi Indonesia, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (24/6/2026). FOTO/ M HERIZAL

posaceh.com, Takengon — Sejumlah penyair dari berbagai daerah dan negara menyampaikan kesan mendalam usai mengikuti rangkaian kegiatan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026. Hal tersebut disampaikan setelah kegiatan Bincang Inovasi Sastra Masa Depan yang berlangsung di Galeri Kopi Indonesia, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (24/6/2026).

Salah satu peserta, Syarifa Rahma, S.S., M.Pd. dari Lhokseumawe, mengaku terkesan dengan pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu mempertemukan berbagai elemen sastrawan dari Nusantara hingga mancanegara, seperti Turki, Jepang, dan Tasmania.
“Saya melihat progres acara ini sangat luar biasa karena merangkul berbagai pakar puisi dari seluruh Nusantara dan Asia hingga mancanegara. Ini menjadi apresiasi tersendiri bagi saya. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu melahirkan karya-karya baru dari generasi muda yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Syarifa yang sehari-hari berprofesi sebagai pengajar di UIN Sultan Syarif Kasim juga menilai PPN menjadi ruang penting dalam mendorong lahirnya puisi-puisi berkualitas dari kalangan muda.

Sementara itu, Ketua Delegasi Malaysia, yang juga Presiden Persatuan Penulis Nasional Malaysia (PENA), Prof. Madya Dr. Mohamad Saleeh Rahamad, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam PPN XIV merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan dan pengalaman para penulis Malaysia, khususnya generasi baru pecinta puisi.
“Kami menyertai PPN ini sebagai usaha memberi pendedahan kepada penulis Malaysia, terutama yang baru, agar mereka menjadi sebahagian daripada puisi Nusantara,” ungkapnya.

Sastrawan Malaysia yang juga Presiden PENA, Prof. Madya Dr. Mohamad Saleeh Rahamad saat diwawancara di Galeri Kopi Indonesia, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (24/6/2026). FOTO/ M HERIZAL

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Aceh yang dinilai sangat baik, baik dari segi durasi acara maupun fasilitas yang disediakan oleh tuan rumah.
“Pada hemat kami, acara di Aceh ini sangat luar biasa, dengan tempoh masa yang panjang serta kemampuan tuan rumah menyediakan pelbagai prasarana untuk peserta. Ini satu usaha besar yang akan memberi banyak manfaat kepada para penyair,” tambahnya.

Kesan serupa disampaikan oleh sastrawan, budayawan, dan akademisi asal Brunei Darussalam, Awang Mohammed Zefri Ariff bin Mohammed Zain Ariff atau yang dikenal sebagai Zefri Ariff. Ia merupakan Pembimbing Program Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) serta Penasihat Ikatan Drama MASTERA (IRAMA).

Menurutnya, PPN XIV Aceh 2026 menjadi wadah strategis dalam memperkuat hubungan sastra lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dalam mempertemukan pemikir, penulis, dan budayawan dari pelbagai latar belakang. Ia bukan sahaja memperkukuh jaringan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan karya sastra serantau,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkaya khazanah sastra Nusantara dan Asia Tenggara, terlebih Brunei Darussalam dijadwalkan menjadi tuan rumah Pertemuan Penyair Nusantara XV tahun depan.

Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh 2026 menjadi ajang penting dalam mempererat jejaring sastra antarnegara serta mendorong lahirnya inovasi dalam dunia puisi di kawasan Nusantara dan Asia Tenggara.(Rnld)