Nasional

PU Targetkan 10 Tol Baru Beroperasi Fungsional Saat Libur Nataru 2026

21
×

PU Targetkan 10 Tol Baru Beroperasi Fungsional Saat Libur Nataru 2026

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU menargetkan 10 ruas jalan tol baru siap beroperasi fungsional pada Desember 2026 untuk mendukung lalu lintas libur Nataru. Ilustrasi. FOTO/ ANTARA

posaceh.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sejumlah ruas jalan tol baru dapat beroperasi fungsional pada Desember 2026 untuk mendukung lalu lintas libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 ( Nataru ).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Ni Komang Rasminiati menyampaikan sesuai dengan kemajuan konstruksi saat ini, sebanyak 10 ruas jalan tol baru ditujukan akan fungsional untuk menunjang lalu lintas, khususnya di momentum Nataru.

Harapannya dapat diselesaikan pada akhir 2026. Dan ini dapat difungsionalkan untuk mendukung pergerakan lalu lintas Nataru,” ujar Ni Komang dalam acara Infratalks di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026).

Ni Komang menyebutkan beberapa ruas jalan tol baru yang bakal difungsionalkan tersebut, misalnya Jalan Tol Sigli-Banda Aceh seksi 1, Tol Palembang Betung seksi I yakni Keramasan-Pulo Rimau.

Lalu, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi seksi 3, yaitu Paiton-Besuki serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan seksi 6, yakni Kutanegara-Sadang.

“Itu antara lain, mungkin potensi yang kita terus tingkatkan pengawasannya untuk penyelesaian konstruksinya di akhir 2026,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan tengah mengupayakan pinjaman (loan) dari Bank Dunia (World Bank) untuk mempercepat perbaikan dan pembangunan jalan daerah.

Hal tersebut disertai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Dody menjelaskan berdasarkan amanat Inpres, pembangunan jalan daerah itu akan dibuat pos anggaran secara khusus, di luar penganggaran reguler.

“Hitungan sih ada, tapi biasanya nanti kita akan diminta khusus itu. Di luar penganggaran yang reguler. Tapi kan ada pinjaman dari Bank Dunia. Jadi, kita mintakan pinjaman dari Bank Dunia untuk kita bisa kerja lebih cepat Inpres Jalan Daerah tahun 2027,” kata Dody.

Saat ditanya soal jumlah pinjaman yang diajukan ke Bank Dunia, ia menjawab nilainya sekitar Rp17 triliun untuk mempercepat pembangunan jalan daerah pada tahun 2027. “Rp 17 perkirakan,” jawabnya.(Muh/*)