posaceh.com, Jakarta – Konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran sudah memasuki bulan kedua. Perang tersebut hingga kini masih membuat jalur perdagangan minyak dan gas (migas) di Selat Hormuz, Teluk Persia ditutup oleh otoritas Iran.
Jalur tersebut tercatat melayani sekitar 20% kebutuhan minyak mentah dunia, terutama ke wilayah Asia. Kini, tanker migas dari sejumlah negara pun mulai diizinkan oleh Iran untuk melewati Selat Hormuz dengan aman
Indonesia sendiri, per hari ini masih belum bisa meloloskan dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero)—yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro — yang terjebak di kawasan konflik tersebut. Pemerintah mengklaim negosiasi dengan Iran masih terus berlanjut.
PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri kapal mengungkapkan sedang membahas teknis agar kedua perseroan tersebut dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemenlu, yang secara aktif menjalin komunikasi komunikasi dengan otoritas terkait.Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” kata Corporate Secretary PIS Vega Pita kepada Bloomberg Technoz .
Di sisi lain, Argus Media mencatat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka kecuali bagi ‘musuh-musuh’ Iran.
Araqchi menekankan bahwa Iran hanya memblokir jalur aman bagi kapal-kapal yang ‘terkait dengan musuh’, sambil menambahkan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka ‘bagi yang lain’.
Akan tetapi, dia mengatakan beberapa pemilik kapal memilih untuk menghindari jalur tersebut karena ketidakamanan, sementara yang lain tidak dapat melintas karena asuransi “sederhana saja tidak mau memberikan pertanggungan”.
Dia mengatakan banyak dari pemilik kapal ini, atau pemerintah yang memiliki kapal-kapal tersebut, telah menghubungi Teheran untuk meminta bantuan guna memastikan perjalanan yang aman.
“Bagi beberapa negara yang bersahabat dengan kami, dan yang telah kami putuskan untuk dibantu, jalur aman telah disediakan oleh angkatan bersenjata kami,” kata Araqchi, sebagaimana dilaporkan Argus Media.
Araqchi mengatakan Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari “negara-negara sahabat, termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan” untuk berlayar.(Muh/*)











