Internasional

Kapal Perang Iran Karam Ditembak Torpedo Kapal Selam AS, 87 Awak Tewas

232
×

Kapal Perang Iran Karam Ditembak Torpedo Kapal Selam AS, 87 Awak Tewas

Sebarkan artikel ini
Rekaman periskop kapal selam AS saat menembakkan torpedo ke fregat Iran hingga karam di perairan Sri Lanka. FOTO/ AFP/-

posaceh.com, Jakarta – Kapal selam  Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal perang  Iran menggunakan torpedo, di perairan internasional di lepas pantai Sri Lanka.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan serangan terhadap kapal perang Iran itu adalah “serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II”.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira kapal itu aman di perairan internasional. Sebaliknya, itu ditenggelamkan oleh torpedo,” kata Hegseth dalam konferensi pers, seperti dikutip AFP.

Hegseth menyebut serangan itu sebagai “kematian senyap”, sementara perwira tinggi AS Jenderal Dan Caine mengatakan itu adalah kapal selam AS pertama yang menenggelamkan kapal musuh sejak Perang Dunia II.

Pentagon mengatakan salah satu tujuan utama perang AS-Israel melawan Iran, yang diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026), adalah untuk melenyapkan angkatan laut negara itu.

Caine mengatakan Amerika Serikat telah menghancurkan lebih dari 20 kapal angkatan laut Iran, dan telah “secara efektif menetralisir, pada saat ini, kehadiran angkatan laut utama Iran di wilayah tersebut.”

Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan 87 jenazah ditemukan dan 32 pelaut diselamatkan dalam kejadian tersebut.

Menurut pihak yang berwenang, kapal fregat IRIS Dena yang terletak 75 km dari Galle di selatan Sri Lanka, mengirimkan panggilan darurat antara pukul 6 dan 7 pagi pada Rabu (4/3/2026). Kapal itu membawa sekitar 180 awak kapal.

Kapal fregat Iran tersebut sedang dalam perjalanan kembali usai berpartisipasi dalam 2026 International Fleet Review bulan lalu di kota pesisir Vishakapatnam, India timur.

Juru bicara angkatan laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan operasi penyelamatan tersebut sesuai dengan kewajiban maritim Sri Lanka.

“Kami menyampaikan panggilan darurat tersebut sesuai dengan kewajiban internasional kami, karena kejadian ini berada di area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia,” kata Sampath kepada AFP.

Tenggelamnya kapal tersebut terjadi ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara terhadap Iran, hingga membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan hampir 800 orang lainnya.

Teheran merespons dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap Israel dan aset-aset yang terkait dengan AS di negara-negara Teluk.(Muh/*)