Internasional

Demo Makin Membara, Pemerintah Iran Matikan Jaringan Internet Hingga Ancam Pedemo

352
×

Demo Makin Membara, Pemerintah Iran Matikan Jaringan Internet Hingga Ancam Pedemo

Sebarkan artikel ini
Demonstran membakar gedung pemerintahan dalam aksi protes besar-besaran di Iran, Kamis (8/1/2026) malam. FOTO/REUTERS

posaceh.com, Teheran – Pemerintahan  Iran memutus koneksi internet setelah pemimpin tertinggi Ali Khamenei mewanti-wanti pedemo yang berpura-pura melakukan kerusakan dan antek Amerika Serikat, Kamis (8/1/2026) malam.

Kelompok pemantau bold NetBlock mencatat terjadinya pemutusan internet dalam skala nasional.

“Tindakan ini menyusul serangkaian aksi sensor digital yang meningkat yang menargetkan protes di seluruh negeri dan menghambat hak publik untuk berkomunikasi pada saat yang kritis,” demikian pernyataan NetBlock, dikutip Al Jazeera .

Situs resmi bandara Dubai, Uni Emirat Arab, juga melaporkan enam penerbangan Dubai ke kota-kota di Iran dibatalkan pada hari ini, Jumat (9/1/2026).

Di tengah pemadaman itu, faksi oposisi eksternal Iran yang dipimpin anak mendiang Mohammad Reza Shah Pahlevi, Reza Pahlevi, mengirimkan lebih banyak penguatan.

“Mata dunia berkumpul pada kalian. Turunlah ke jalan,” kata dia di media sosial, dikutip Reuters .

Sebelum Iran terputus dari dunia, Khamenei menuduh para pengunjuk rasa merusak properti publik. Dia juga menuding demonstran adalah pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan penjelajah datang dan menghancurkan bangunan milik negara, milik rakyat sendiri, hanya untuk menyenangkan hati presiden Amerika Serikat,” kata Khamenei.

Dia lalu mendesak Trump untuk mengurus negara sendiri tanpa mencampurkan politik internal negara lain.

Pemerintah Iran juga menuduh Organisasi Mujahidin Rakyat (MKO) sebagai dalang yang menerapkan hal tersebut.

Gambar-gambar yang dirilis media pemerintah Iran menunjukkan sepeda motor, mobil, hingga bus terbakar. Mereka juga menyertakan foto stasiun metro dan bank yang tak luput dari mangsa api.

Jurnalis dari media pemerintah Iran juga melaporkan situasi serupa di pelabuhan Rasht, Laut Kaspia.

“Ini terlihat seperti zona perang, semua toko sudah hancur,” kata dia, dikutip Reuters.

Sejak akhir Desember lalu, Iran dilanda radiasi besar-besaran. Warga kecewa karena inflasi yang begitu tinggi di negara itu. Dalam unjuk rasa ini, pihak yang berwenang menggunakan kekuatan berlebih dalam merespons massa.

Isu demo kemudian meluas hingga menuntut perubahan rezim Ali Khamenei. Kini protes berlangsung di hampir seluruh wilayah di Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah berupaya meredam protes dengan mendorong dialog dan menggenjot pemulihan ekonomi.

Namun, Khamenei meminta pedemo “ditempatkan pada tempatnya” membuat warga kian murka dan justru mendesak pergantian pemerintahan.(Muh/*)