Pemko Banda AcehWisata

Pariwisata Pantai Syiah Kuala, Sekalian Berziarah ke Ulama Besar Aceh

690
×

Pariwisata Pantai Syiah Kuala, Sekalian Berziarah ke Ulama Besar Aceh

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pengujung duduk dan juga merendam tubuh dalam pasir di kawasan wisata pantai Syiah Kuala di Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (29/5/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Kawasan wisata pantai Syiah Kuala di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh memiliki panorama yang indah.

Kawasan wisata ini yang belum terpoles dengan baik, tetap menarik untuk dikunjungi, khususnya setiap akhir pekan, baik untuk mandi di tepian laut maupun merendam tubuh dengan pasir hitam.

Hampir setiap pagi, warga merendam tubuh dengan pasir hitam untuk melepaskan urat-urat yang tersumbat atau juga memulihkan badan seusai terserang berbagai jenis penyakit.

Namun, bukan hanya itu saja, di kawasan ini terdapat makam ulama terkemuka bernama Tengku Abdurrauf As-Singkili, yang merupakan ulama Nusantara abad ke-16 yang terkenal dalam bidang ilmu hukum dan keagamaan.

Tempat pemakaman ulama ini yang selamat dari terjangan tsunami 26 Desember 2004, menjadi destinasi para peziarah dari berbagai negara, khususnya Malaysia.

Warga lokal dan Aceh, juga berziarah ke komplek pemakaman Syiah Kuala ini yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk mushala, tempat para peziarah shalat selama berada di lokasi tersebut.

Satu unit kendaraan melewati komplek makam Syiah Kuala atau Abdurrauf As-Singkili di tepi pantai Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (29/5/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Sehingga, para wisatawan yang datang ke Banda Aceh, dapat memasukkan agenda kunjungan ke pantai Syiah Kuala, sekalian berziarah ke makamnya.

Garis pantai ini yang bersambung dengan Ulee Lheue dan Gampong Jawa, tetapi jika ingin datang, harus melalui jalan lain, karena tidak ada jalan tembus langsung.

Di pantai ini, juga terdapat penjual makanan dengan harga terjangkau sambil menikmati pemandangan indah yang berada di balik gugusan pulau yang menjulang di tengah lautan.

Gugusan pegunungan nan-hijau semakin memanjakan mata memandang jernihnya air lautan yang belum terkontaminasi dengan sampah atau limbah.

Pengunjung biasanya datang setiap akhir pekan yang juga dipenuhi dengan pedagang gerobak yang menjual aneka makanan. Di tempat ini, hanya ada beberapa warung yang menjual makanan dengan harga sangat terjangkau.

Berliburan di lokasi ini yang terhubung langsung dengan Alue Naga di Deah Raya dengan jarak sekitar 2 km, akan menambah pengalaman perjalanan ke Banda Aceh. Berwisata pantai, sekaligus dapat berziarah ke makam ulam besar Aceh. (Adv)