NasionalOlahraga

Timnas Senior dan U-17 Punya Masalah Sama, Penalti dan Finishing Perlu Dipertajam

726
×

Timnas Senior dan U-17 Punya Masalah Sama, Penalti dan Finishing Perlu Dipertajam

Sebarkan artikel ini
Pemain Timnas U-17 berpose bersama sebelum laga melawan Korea Selatan di Riyadh, Arab Saudi, Jumat (4/4/2025) malam. FOTO/DOK.PSSI

posaceh.com, Jakarta – Timnas Indonesia, baik senior maupun U-17 menunjukkan masalah serupa yaitu penyelesaian akhir dan eksekusi penalti yang harus segera dibenahi. Pemain Timnas senior, Kevin Diks menjadi sorotan setelah gagal mengeksekusi penalti yang cukup krusial saat melawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Sydney pada 20 Maret 2025 lalu.

Saat itu penalti Kevin Diks pada menit kedelapan membentur tiang gawang Australia. Sebelumnya di laga yang sama, tepatnya pada menit kelima Indonesia juga dapat peluang emas untuk mencetak gol lewat sundulan Jay Idzes, namun masih bisa ditepis kiper Australia.

Sedangkan Timnas Indonesia U-17 juga mengalami hal serupa saat melawan Korea Selatan di Piala Asia U-17 2025, Jumat (4/4/2025), saat Evandra Florasta sempat gagal memanfaatkan kesempatan penalti, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (5/4/2025).

Untungnya penalti yang sempat diblok kiper Korea bisa diteruskan lagi oleh Evandra menjadi gol penentu kemenangan Indonesia 1-0 atas Korea. Tak hanya penalti, penyelesaian akhir yang kurang tajam juga menjadi masalah besar Timnas Indonesia yang harus segera diperbaiki.

Dalam laga melawan Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 mendapatkan beberapa peluang emas yang bisa menjadi gol. Salah satu peluang terbaik didapatkan penyerang Timnas Indonesia U-17 Mochamad Mierza Fijatullah. Sayang, Mierza gagal mencetak gol meski sudah berada dalam posisi one-on-one dengan kiper lawan.

Peluang emas seperti ini yang seharusnya berujung pada gol, justru terbuang sia-sia. Catatan ini menambah daftar masalah dalam lini serang Timnas Indonesia U-17. Hal ini menjadi catatan penting bahwa penyelesaian akhir, terutama dalam situasi-situasi krusial seperti penalti dan peluang satu lawan satu, membutuhkan pembenahan.

Baik Timnas Indonesia senior maupun junior tampaknya harus segera melakukan latihan khusus untuk meningkatkan akurasi dan ketenangan dalam eksekusi penalti, serta kejelian dalam memanfaatkan setiap peluang yang tercipta di depan gawang.

Hal ini penting agar ke depan para pemain perlu lebih matang dalam menyelesaikan peluang agar bisa lebih efektif dalam setiap pertandingan. Apalagi, Timnas U-17 akan melakoni laga melawan Yaman yang mengalahkan Afgahnistan 2-0.

Timnas U-17 tidak boleh memandang remeh Yaman, negara termiskin di jazirah Arab, karena semangat juang pantang menyerah akan terus ditunjukkan oleh para pemain Yaman. Skuad Garuda Muda dan Yaman sama-sama mengantongi tiga angka setelah menang pada laga pertama.

Kedua negara sama-sama berpotensi melaju ke perempat final Piala Asia U-17 sekaligus memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 jika bisa meraih kemenangan pada laga kedua. Piala Dunia U-17 2025 akan diikuti 48 kontestan, atau jauh lebih banyak ketimbang edisi sebelumnya di Indonesia pada 2023 yang diikuti 24 negara saja.

Jadwal Indonesia vs Yaman di Piala Asia U-17 2025 akan berlangsung pada Senin (7/4/2025) pada pukul 22.00 WIB. Siaran langsung pertandingan bakal ditayangkan RCTI, sementara live streaming bisa ditonton melalui layanan Visionplus.(Muh/*)