Pemkab Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Terpilih Muharram Idris Rangkul Akademisi

824
×

Bupati Aceh Besar Terpilih Muharram Idris Rangkul Akademisi

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai pertemuan pasangan Bupati Aceh Besar terpilih dan para akademisi, di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/2/2025). FOTO/ DOK MEDIA POS ACEH

*Siapkan Langkah Strategis

posaceh.com, Kota Jantho – Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar terpilih, H. Muharram Idris dan Drs. H. Syukri A. Jalil, memulai langkah awal kepemimpinannya dengan menjalin silaturahmi bersama kalangan akademisi. Pertemuan yang menjadi ajang diskusi dan kolaborasi dalam merancang strategi pembangunan Aceh Besar berbasis ilmu dan lintas sektor tersebut berlangsung di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/2/2025).

Pada kesempatan itu, Muharram Idris menegaskan, membangun Aceh Besar bukanlah tugas yang mudah, mengingat luas wilayahnya yang terdiri dari 23 kecamatan, 604 gampong, dan lebih dari 400.000 penduduk dengan latar belakang yang beragam.

“Kami menyadari bahwa Aceh Besar memiliki tantangan besar. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menggandeng semua elemen masyarakat, termasuk akademisi, agar pembangunan daerah ini lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Muharram yang maju melalui jalur independen mengungkapkan, keputusannya terjun ke dunia politik lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi ekonomi Aceh Besar yang tertinggal dibandingkan daerah lain.

“Saya orang yang berpikir simpel. Tapi melihat keadaan ekonomi Aceh Besar yang jauh tertinggal, saya merasa terpanggil. Dengan dukungan kawan-kawan dan mengharap ridha Allah SWT, saya dan Bang Syukri maju sebagai calon independen. Alhamdulillah, hari ini kami dipercaya masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kemenangan mereka bukan hasil dari politik uang. “Kami terpilih bukan karena sogok-menyogok. Ini adalah buah dari kepercayaan rakyat, dan kami punya tanggung jawab besar untuk menunaikan amanah ini,” tambahnya.

Suasana pertemuan pasangan Bupati Aceh Besar terpilih dan para akademisi, di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/2/2025). FOTO/ DOK MEDIA POS ACEH

*Tantangan Pembangunan: Ekonomi hingga Kota Jantho

Dalam forum tersebut, Muharram menguraikan berbagai tantangan yang harus segera ditangani, di antaranya sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, penerapan Syariat Islam, tapal batas wilayah, penetapan kawasan hutan lindung, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selain itu, Kota Jantho sebagai ibu kota harus lebih maju. Kita harus membangun pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik yang lebih baik agar Jantho menjadi kota yang layak dan berkembang,” tegasnya.

Muharram juga menekankan pentingnya membangkitkan kesadaran masyarakat Aceh Besar agar memiliki rasa bangga terhadap daerahnya. “Kita harus menanamkan rasa memiliki dan mencintai Aceh Besar. Dengan begitu, setiap warga akan turut serta dalam membangun daerah ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati terpilih Drs. H. Syukri A. Jalil menyoroti perlunya reformasi dalam sistem pemerintahan. “Selama ini, banyak jabatan strategis ditempati berdasarkan pertimbangan politik, bukan kompetensi. Pola seperti ini tidak menguntungkan bagi Aceh Besar. Kami ingin menempatkan orang-orang yang benar-benar kompeten untuk membangun daerah ini,” ujarnya.

*Akademisi Dukung Percepatan Pembangunan

Dalam sesi diskusi, para akademisi turut memberikan masukan untuk percepatan pembangunan Aceh Besar. Prof. Mujiburrahman, Rektor UIN Ar-Raniry, menyoroti tingginya angka mahasiswa Aceh Besar yang putus kuliah akibat kendala ekonomi.

“Potensi SDM kita luar biasa, tetapi banyak yang belum terkoordinasi dengan baik. Saya mengusulkan pembentukan Yayasan Pembangunan SDM Aceh Besar untuk membantu mahasiswa yang kesulitan dan memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” sarannya.

Prof. Marwan (Wakil Rektor II USK), Prof. Mustanir (Wakil Rektor III USK), Prof. Taufik Abidin (Dekan FMIPA USK), Dr. Salahuddin (Ketua Prodi S3 UIN Ar-Raniry), dan Dr. Saifuddin (Wakil Rektor III Abulyatama) juga turut memberikan pandangan mengenai pentingnya pembangunan Kota Jantho dan peningkatan layanan publik.

Bahkan, sejumlah akademisi mendorong Muharram untuk menjadi Ketua Forsiar (Forum Silaturahmi Aceh Besar), sebuah wadah pemersatu warga Aceh Besar dalam sinergi pembangunan daerah.

Muharram, Pemimpin dengan Retorika dan Wawasan Tajam

Beberapa peserta yang hadir mengaku terkesan dengan kemampuan orasi dan wawasan Muharram Idris dalam membahas isu-isu strategis Aceh Besar. “Saya tidak menyangka, pemilihan diksi dalam orasinya sangat kuat dan retorikanya tajam. Beliau menguasai isu-isu strategis Aceh Besar, bahkan tidak kalah dengan akademisi yang hadir,” ujar salah seorang peserta yang enggan disebut namanya.

Acara ini juga dihadiri oleh Tim Commando Independen Aceh Besar, yang terdiri dari Muajir, Arziqi, Yusri VE, Tgk. Zulfa Saputra, Adun Sibreh, Fauzan, Tgk. Nazaruddin Lam Geumbang, serta Nopri Zalli Adha (Bang Abeng).

Lebih lanjut, dengan dukungan akademisi dan semangat kolaborasi, pasangan Muharram-Syukri optimistis membawa Aceh Besar menuju perubahan nyata.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat, insya Allah, Aceh Besar akan menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Muharram.(Wahyu Desmi/*)