Internasional

Korea Utara Siaga 1, Siapkan Senjata Nuklir Paling Canggih di Dunia

890
×

Korea Utara Siaga 1, Siapkan Senjata Nuklir Paling Canggih di Dunia

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi kawasan wisata pesisir Kalma yang baru dibangun di Wonsan, Korea Utara pada 29 Desember 2024. FOTO/REUTERS/KCNA

posaceh.com, Pyongyang – Korea Utara yang merupakan anak emas China di Asia mengumumkan negaranya dalam siaga satu, seiring kondisi dunia belum stabil seusai Donald Trump jadi Presiden AS. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un telah menyerukan penguatan kekuatan nuklir negaranya tahun ini.

Hal ini dia sampaikan saat berkunjung ke pangkalan produksi material nuklir dan lembaga senjata nuklir. “Tahun ini merupakan tahun yang krusial karena merupakan titik balik penting di mana kita harus melaksanakan tugas-tugas periode penting dalam rangka menerapkan garis memperkuat kekuatan nuklir,” kata Kim, seperti dilaporkan media pemerintah KCNA pada Rabu (29/1/2025).

Kim memuji para ilmuwan dan pekerja lain di sana karena mencapai “keberhasilan luar biasa” dan “hasil produksi yang menakjubkan” dalam pekerjaan mereka tahun lalu. Pujian dia sampaikan saat pengarahan tentang proses produksi material nuklir tingkat senjata dan rencana mereka untuk tahun 2025 dan seterusnya.

Kim menyerukan keberhasilan lebih lanjut dalam memproduksi material nuklir tingkat senjata tahun ini dan memperkuat kekuatan nuklir negara itu. Menurut Kim, Korea Utara menghadapi situasi keamanan paling tidak stabil di dunia karena konfrontasi yang telah berlangsung lama.

Khususnya, dengan negara-negara yang paling kejam dan bermusuhan, yang membuatnya sangat penting bagi negara itu untuk meningkatkan kemampuan nuklirnya. Hal itu ditujukannya kepada Presiden AS yang baru dilantik, Donald Trump yang dikenal sangat anti Korea Utara.

Sementara itu para analis memperkirakan Korea Utara mungkin telah menghasilkan cukup banyak bahan fisil untuk membangun hingga 90 hulu ledak nuklir.

Badan Intelijen Nasional Seoul mengatakan unjuk kekuatan Korea Utara baru-baru sebagian dimaksudkan untuk memamerkan aset pencegah AS. Bahkan, Korut ingin menarik perhatian Donald Trump setelah bersumpah untuk melakukan tindakan balasan anti-AS yang paling keras pada pertemuan kebijakan akhir tahun yang penting bulan lalu.

Trump, yang mengadakan pertemuan puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim selama masa jabatan pertamanya dan telah memuji hubungan pribadi mereka, mengatakan minggu lalu ia akan menghubunginya lagi.

Pada tanggal 20 Januari 2025, hari pelantikannya, Trump menggambarkan Korea Utara sebagai kekuatan nuklir, seperti yang dikatakan oleh Menteri Pertahanannya saat ini, Pete Hegseth, pada sidang konfirmasi Senat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah Washington akan mengupayakan perundingan pengurangan senjata daripada perundingan denuklirisasi.

Korea Selatan mengatakan denuklirisasi Korea Utara harus tetap menjadi tujuan untuk setiap keterlibatan. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tetapi seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Trump akan terus mengupayakan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap, Rabu (29/1/2025) melaporkan Trump akan mengupayakan denuklirisasi menyeluruh Korea Utara, mengutip juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Brian Hughes.(Muh/*)