EkbisNasional

Harga Emas Antam Meroket, Tertinggi Sepanjang Massa

4978
×

Harga Emas Antam Meroket, Tertinggi Sepanjang Massa

Sebarkan artikel ini
Grafik kenaikan harga emas. FOTO/SCREENSHOT

posaceh.com, Jakarta – Logam mulia emas terus menunjukkan kenaikan seiring kondisi global yang tidak menentu, khususnya perang di Ukraina dan Timur Tengah belum juga berakhir.

Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Kamis (16/1/2025) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung tercatat stabil di angka Rp 1.577.000 per gram atau melesat Rp13.000 per gram dan merupakan harga tertinggi sepanjang masa.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.423.000 per gram, melejit Rp13.000 per gram. Harga emas Antam mencatatkan rekor harga tertinggi setelah harga emas dunia menguat tajam pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan data harga emas dunia pada Rabu (15/1/2025) di pasar spot tercatat US$2.695,82 per troy ons, naik 0,7% dari posisi sebelumnya. Harga emas dunia melesat karena dolar melemah setelah data inflasi inti Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan.

Hal ini membuat kekhawatiran mereda karena tekanan inflasi dan menghidupkan kembali ekspektasi bahwa siklus pelonggaran suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve mungkin belum selesai.

Pasar sekarang memperkirakan Fed akan memberikan pemotongan suku bunga sebesar 40 basis poin (bps) pada akhir tahun, dibandingkan dengan sekitar 31 bps sebelum data inflasi dirilis.

Indeks dolar (.DXY) melemah 0,1%, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil Treasury 10-tahun benchmark (US10YT=RR) juga turun, seperti dilansir CNBC.

Investor khawatir bahwa potensi tarif setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih minggu depan dapat memicu inflasi dan membatasi kemampuan Fed untuk menurunkan suku bunga secara lebih signifikan.

Emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, meskipun suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tariknya.

Namun, ketidakpastian seputar tarif dan kebijakan perdagangan Trump terhadap ekonomi global dan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan kemungkinan akan mempertahankan permintaan emas sebagai aset safe-haven, kata Zain Vawda, analis pasar di MarketPulse oleh OANDA.(Muh/*)