EkbisNasional

Hyundai Respons Subsidi Pembelian Mobil Listrik Berbasis Baterai Nikel

17
×

Hyundai Respons Subsidi Pembelian Mobil Listrik Berbasis Baterai Nikel

Sebarkan artikel ini
Hyundai berencana pemerintah yang hendak memberikan subsidi pembelian mobil listrik baru. FOTO/CNN Indonesia

posaceh.com, Jakarta – Hyundai berencana pemerintah yang hendak memberikan subsidi pembelian mobil listrik baru yang pengenaannya mempertimbangkan penggunaan baterai nikel. Kebijakan ini kabarnya mulai bergulir bulan depan.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kebijakan insentif kendaraan listrik (EV) dilatarbelakangi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Lalu kendaraan listrik yang dinilai dapat menjadi solusi di tengah kondisi tersebut.

“Jadi diperlukan istilah pengganti harga BBM. Nah makanya pemerintah memberikan yang namanya insentif tersebut,” kata Fransiscus melansir Antara, Kamis (14/6/2026).

Frans menilai kebijakan tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia, tidak hanya bagi Hyundai tetapi juga seluruh produsen otomotif yang bermain pada segmen EV.

“Bukan hanya untuk Hyundai tapi untuk seluruh pabrikan, baik itu pabrikan Jepang ataupun pabrikan China,” ujarnya.

Terkait promosi insentif bagi mobil listrik berbasis baterai nikel, Fransiscus mengatakan banyak pihak yang mengadakan penggunaan baterai nikel dengan Hyundai, terutama karena perusahaan telah membangun pabrik di Karawang.

Menurut dia, Hyundai sejak awal memang ingin memaksimalkan penggunaan nikel lokal sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Karena banyak orang yang menjalin antara baterai nikel itu dengan Hyundai. Ya memang kami berkeinginan pada saat kami membangun pabrik baterai yang ada di Karawang, kami ingin memaksimalkan penggunaan nikel,” katanya.

Ia menambahkan Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia sehingga pemanfaatannya dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, ia menegaskan kendaraan listrik berbasis baterai nikel tidak hanya diproduksi Hyundai.

Ia bilang ada sejumlah merek lain yang juga menggunakan baterai nikel dan telah melakukan produksi lokal di Indonesia. Kata Frans kendaraan listrik berbasis baterai non-nikel tetap berpeluang memperoleh insentif dari pemerintah.

Fransiscus menambahkan Hyundai pada prinsipnya selalu mendukung kebijakan pemerintah dan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen maupun regulasi yang berlaku di Tanah Air.(Muh/*)