* Ferarri Jadi Dalang Timnas Tersingkir
posaceh.com, Banda Aceh – Pelatih asal Korea Selatan (Korsel), Shin Tae-yong (ST) akhirnya harus menerima pil pahit seusai membangun persepakbolaan Indonesia yang awalnya amburadul menjadi lebih profesional. Kegagalan di Piala AFF 2024 menjadi biang keladi pemicu desakan agar STY dipecat.
Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF, rata-rata berusia muda, bagian dari rencana panjang STY membangun skuad lokal lebih baik lagi di masa mendatang. Tetapi, apa dinyana, rencana pria ramah senyum itu harus menyerah atas desakan netizen yang tidak senang Timnas gagal di Piala AFF 2024 yang akhirnya diraih Vietnam usai menyingkirkan Thailand.
STY telah bertekad membawa Timnas masuk Piala Dunia 2026 dan ajang Piala AFF 2024 sebagai uji coba para pemain muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya, tidak kalah dengan pemain naturalisasi. Saat laga melawan Filipina dengan harapan minimal mendapat hasil seri tidak tercapai.
Para pemain Timnas yang sedang asyik-asyiknya menyerang garis pertahanan Filipina dikejutkan dengan aksi brutal pemain Indonesia, Muhammad Ferarri. Mendapat provokasi, dia langsung membalas dengan menyikut wajah pemain Filipina, Amani Aguinaldo jelang Pratama Arhan melakukan lemparan jauh.
Tanpa ampun, wasit asal Jepang langsung mengeluarkan kartu merah pada menit ke-42, akumulasi dua kartu kuning, seusai sebelumnya juga sudah mendapat kartu kuning. Praktis, Timnas hanya bermain dengan 10 orang, sehingga kian sulit mengimbangi permainan Filipina di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (21/12/2024) malam.
Dengan jumlah pemain berkurang, pada babak kedua, Timnas Indonesia akhirnya kalah 0-1 usai dibobol Bjron Martin Davis Kristensen lewat titik putih di menit ke-63. Seusai laga, STY langsung mengakui permainan anak asuhnya langsung berubah total, sehingga harus tersingkir dari Piala AFF 2024.
Mantan pemain Timnas, Evan Dimas sempat menulis di jejaring sosial bahwa Ferarri seharusnya tetap di posisinya sebagai bek, bukannya maju sebagai striker, sehingga tertimpa malapetaka. Ferarri terlalu percaya diri seusai mencetak dua gol melawan Laos, sehingga kembali maju ke depan saat melawan Filipina.
Ternyata, kekalahan itu berbuntut panjang, kesalahan seorang pemain harus ditanggung oleh seorang pelatih. Tidak perlu menunggu lama, seusai rencana pemecatan STY terus bergulir, akhirnya pada Senin (6/1/2025) siang, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menggelar konferensi pers untuk mengumumkan pemecatan STY sebagai pelatih Timnas Indonesia..
Itulah drama yang telah bergulir dalam dua pekan lebih, netizen tidak melihat lagi keberhasilan STY menghancurkan Arab Saudi 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 19 November 2024. STY telah mengatakan dirinya lebih fokus pada ajang paling bergengsi di dunia itu, membawa Indonesia masuk Piala Dunia 2026.
Sehingga, STY tidak memanggil para pemain abroad yang telah kembali ke klub masing-masing, seperti kiper Maarten Paes yang sempat berlibur di Bali sebelum kembali ke klubnya, FC Dallas di Amerika Serikat. Maarten Paes jadi andalan Indonesia di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dia selalu tampil di 6 pertandingan kualifikasi dengan catatan 2 clean sheet. “Kamsahamida coach. Rayakan momen-momen yang sudah kita buat dan sejarah yang kita ukir sepanjang beberapa bulan terakhir ini,” tulis Paes dalam unggahan di Insta Story pada Senin (6/1/2025). “Mari percaya proses dan tetap yakin. Sampai jumpa di Maret,” pungkasnya.
Sedangkan PSSI menyatakan keputusan ini dibuat berdasarkan pertimbangan yang panjang dan matang serta evaluasi yang dilakukan bersama Badan Tim Nasional secara menyeluruh terhadap performa Tim dan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai oleh Tim Nasional Sepakbola Indonesia.
PSSI berterima kasih dan menghargai semua kontribusi yang telah diberikan bagi pembangunan Tim Nasional Sepakbola Indonesia. PSSI berharap yang terbaik bagi Shin Tae-yong untuk ke depannya. STY resmi dikontrak pada 28 Desember 2019 dengan durasi 4 tahun.
Setelah awal yang buruk untuk masa jabatannya di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022, STY memimpin Indonesia dengan usia pemain yang rata-rata 23,8 tahun ke final Kejuaraan AFF 2020. Pada Juni 2022, dia berhasil membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023.
Sekaligus mengakhiri absen 16 tahun Indonesia dari kompetisi 4 tahunan tersebut, setelah kemenangan 2–1 melawan Kuwait dan kemenangan 7–0 melawan Nepal pada pertandingan terakhir untuk meraih tiket ke putaran final. STY juga berhasil membawa Timnas U-23 lolos pertama kali ke Piala Asia U-23 AFC 2024 dan masuk ke semifinal dengan peringkat keempat, sehingga mendapat perpanjangan kontrak 3 tahun.
Pada Juni 2024, dia berhasil mencetak sejarah dengan membawa Indonesia lolos pertama kali ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 (AFC) sekaligus lolos otomatis ke Piala Asia AFC 2027 tanpa harus kualifikasi. Tetapi, kegagalannya dalam Piala AFF 2024, mengakhiri kiprahnya dalam membina persepakbolaan Indonesia yang mulai tumbuh dan berkembang ke arah yang benar.(Muh)











