InternasionalOlahraga

Timnas U17 Lolos ke Piala Asia 2025, Australia Main Bola dari Kaki ke Kaki Setengah Babak Kedua

1208
×

Timnas U17 Lolos ke Piala Asia 2025, Australia Main Bola dari Kaki ke Kaki Setengah Babak Kedua

Sebarkan artikel ini
Seorang pemain Australia terjatuh seusai ditekel oleh pemain Indonesia dalam laga kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Stadion Abdullah Alkhalifa Alsabah, Kuwait, Minggu (27/10/2024) yang berakhir imbang 0-0. FOTO/YOUTUBE

posaceh.com, Banda Aceh – Laga ketiga kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Stadion Abdullah Alkhalifa Alsabah, Kuwait, Minggu (27/10/2024) berakhir imbang, kacamata 0-0.

Australia U17 yang berhasil membantai Kepulauan Mariana Utara 19-0 dan Kuwati 3-1, ternyata sangat khawatir saat melawan Timnas Indonesia U17. Sejumlah serangan berbahaya pada babak pertama ke area pertahanan Australia membuat The Socceroos mulai khawatir pada pertengahan babak kedua.

Australia tampaknya tidak mau kehilangan peluang menjadi juara grup, sehingga saat skor masih 0-0 pada babak kedua, tetap mencari aman, walau kualitas lebih baik dari Timnas Indonesia U17.

Empat pemain Timnas Indonesia U17 bersama pelatih Nova Arianto yang berlaga dalam kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Kuwait.
FOTO/INSTAGRAM

Dengan hasil ini, Timnas U17 tetap masuk Piala Asia 2025 melali peringkat kedua terbaik dengan poin 7. Sedangkan The Socceroos muda juga lolos ke putaran final Piala Asia 2025 sebagai juara grup dengan nilai poin yang sama dengan Garuda Muda.

Pada awal pertandingan babak pertama, Australia tampil agresif dengan langsung mengambil inisiatif serangan, sementara Timnas Indonesia U17 memilih bermain lebih bertahan dan berhati-hati. Serangan bertubi-tubi Australia di awal babak pertama berhasil diantisipasi oleh lini pertahanan Indonesia.

Sebaliknya, serangan Timnas U17 juga memiliki peluang menjadi gol pada menit ke-12 ketika Zahaby Gholy melepaskan tendangan keras dari kaki kanan, Namun, tendangan terarah itu dapat ditepis oleh penjaga gawang Australia.

Dua menit berselang, kesempatan lain kembali hadir, umpan dari Mierza Firjatullah berhasil disambut oleh Gholy dengan first time shot, tetapi bola yang kemudian disambar Evandra Florasta melambung tipis di atas mistar.

The Socceroos muda berulang kali mencoba menekan pertahanan Indonesia dengan tak kurang dari lima tembakan yang diarahkan ke gawang Dafa Al Gasemi. Namun, kokohnya pertahanan yang digalang anak asuhan Nova Arianto mampu menghalau serangan-serangan tersebut.

Di menit ke-31, Australia hampir mencetak gol ketika Anthony Didulica lepas dari pengawalan di dalam kotak penalti Indonesia. Namun tendangan mendatarnya berhasil dihalau dengan sigap oleh Dafa. Hingga akhir babak pertama, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain dengan tempo sedang. Tim Garuda Muda mendapatkan peluang di menit ke-61 melalui skema serangan balik, Namun umpan crossing Mierza gagal dituntaskan dengan sempurna oleh Daniel Alfredo, karena bola melambung di atas mistar gawang.

Padahal ada pemain lain yang bersiap di depan gawang Australia, tetapi Alfredo lebih memilih menendang bola sendiri yang tidak terarah. Dia sempat memberi sinyal dengan jarinya, untuk meminta maaf kepada teman-temannya, karena itu menjadi peluang terakhir Garuda Muda.

Praktis sesusai serangan itu, memasuki menit 69, permainan dari kaki-kaki ditunjukkan para pemain Australia yang saling bergantian melakukan operan bola. Sebanyak empat pemain Australia terus melakukan operan bola di daerah pertahannya sendiri, tanpa ada upaya diganggu pemain Indonesia.

Permainan menjadi membosankan, karena Australia tidak mau melakukan serangan, dengan komentator TV GTV berujar Australia sudah merasa aman dengan hasil imbang. Sehingga, tidak mau melakukan serangan ke area pertahanan Indonesia.

Pertunjukan bola dari kaki ke kaki pemain Australia, sudah memakan waktu setengah babak kedua dan tidak ada kontak fisik antara dua tim. Wasit yang memimpin pertandingan hanya bisa melihat pemain Australia melakukan operan bola.

Sampai waktu normal berakhir, kondisi itu terjadi, sehingga wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan dengan kedudukan tetap 0-0. Kondisi itu tetap mengantarkan Timnas Indonesa U17 ke putaran final Piala Asia U17 2025 yang bakal digelar di Arab Saudi.

Timnas Indonesia U17 berada di posisi tiga runner-up terbaik, setelah China dan Vietnam yang juga lolos ke Piala Asis 2025. Dalam kualifikasi ini, lima runner-up terbaik berhak lolos, selain juara grup.(Muh/*)