Internasional

Seruan Evakuasi: Israel Bersiap Serang Hamas di Gaza dengan Kekuatan Besar

996
×

Seruan Evakuasi: Israel Bersiap Serang Hamas di Gaza dengan Kekuatan Besar

Sebarkan artikel ini
Warga Palestina berjalan melewati puing-puing yang kotor, melewati bangunan yang hancur setelah militer Israel mundur usai serangan dua minggu dari lingkungan Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza pada Kamis (11/7/2024), di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas . Badan pertahanan sipil di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan pada 11 Juli, bahwa sekitar 60 mayat telah ditemukan di distrik Shujaiya Kota Gaza, yang hancur akibat serangan Israel selama dua minggu. Israel pada Rabu mengatakan pihaknya telah mengakhiri operasinya terhadap militan Hamas di distrik tersebut. (AFP/OMAR AL-QATTAA)

posaceh.com, Jalur Gaza – Israel kembali mengeluarkan seruan evakuasi bagi penduduk untuk mengungsi dari sebagian wilayah Gaza tengah pada Sabtu (5/10/2024). Menurut militer Israel, pasukannya bakal bersiap untuk menggunakan kekuatan besar untuk menyerang anggota Hamas di daerah tersebut. Seruan evakuasi tersebut merupakan yang pertama dalam beberapa minggu untuk Gaza. Sebab, militer Israel sebagian besar telah mengalihkan fokusnya untuk memerangi Hizbullah di Lebanon.

“Hamas dan organisasi kelompok bersenjata melanjutkan kegiatannya di wilayah Anda dan sebagai hasilnya, IDF (militer) akan bertindak dengan kekuatan besar terhadap elemen-elemen ini,” begitu isi perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh militer Israel. Seruan itu juga melampirkan peta-peta yang mencantumkan blok-blok yang akan dievakuasi di Gaza tengah.

Warga Palestina yang tinggal di daerah dekat Koridor Netzarim di Gaza tengah telah diperingatkan untuk mengungsi berdasarkan perintah terbaru yang dikeluarkan Israel pada media sosial X.

Diketahui, Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Usai insiden tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali berjanji untuk mengamankan kemenangan total bagi Israel. Setahun kemudian, jumlah korban tewas yang dikonfirmasi dari serangan Hamas termasuk sandera yang terbunuh saat ditawan telah mencapai 1.205 di pihak Israel.

Korban tewas itu sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada angka resmi Israel. Sementara itu, Hamas menculik 251 sandera selama serangan itu, 97 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 33 yang menurut militer Israel telah tewas. Meski demikian, serangan balasan dari Israel telah menewaskan setidaknya 41.825 orang. Sebagian besar dari mereka adalah wanita atau anak-anak, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.

Sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengakui angka-angka tersebut dapat diandalkan.

Militer Israel sering kembali ke daerah-daerah tempat mereka sebelumnya melakukan operasi sebagai tanggapan atas adanya laporan mengenai aktivitas Hamas yang kembali bangkit.